RADAR PALU - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat sinergi dengan pemerintah untuk mendorong kawasan industri yang modern, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.
Pengelola kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park terus meningkatkan standar pemantauan lingkungan di kawasan industri Morowali.
Deputi Manager Environmental Department, Mardhika Lunaria Jenned, mengatakan seluruh tenant didorong menggunakan teknologi pemantauan emisi secara real-time.
“Salah satunya dengan memasang Continuous Emission Monitoring Systems (CEMS). Setiap cerobong asap tenant dilengkapi alat pemantau emisi secara kontinu dan terintegrasi dengan server Kementerian Lingkungan Hidup,” ujarnya, Jumat (27/3).
Sistem ini memantau berbagai parameter penting seperti SO₂, NOx, CO, partikulat, hingga merkuri (Hg).
Selain udara, IMIP Morowali juga menerapkan sistem pemantauan kualitas air limbah secara otomatis melalui SISPEK yang terhubung dengan platform pemerintah.
Teknologi ini memungkinkan pengawasan kualitas dan debit limbah dilakukan secara akurat dari titik pembuangan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen IMIP Morowali dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di kawasan industri.
Di sisi keselamatan kerja, IMIP Morowali rutin melaksanakan audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3).
Hingga awal 2026, sebanyak 37 tenant telah mengikuti audit eksternal sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012.
Audit dilakukan oleh lembaga independen yang ditunjuk Kementerian Ketenagakerjaan dengan fokus pada 12 elemen utama, termasuk kebijakan dan implementasi K3.
Tak hanya fokus pada lingkungan, IMIP Morowali juga aktif mengembangkan sumber daya manusia (SDM).
Head of Media Department IMIP, Dedy Kurniawan, menyebut perusahaan menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Politeknik ATI Makassar.
Program yang dijalankan meliputi pelatihan teknologi hilirisasi nikel, pengiriman karyawan ke Tiongkok, hingga program magang mahasiswa melalui skema MSIB Kemendikbudristek.
Peserta magang juga mendapat fasilitas berupa uang saku setara UMK, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta peluang menjadi karyawan tetap.
IMIP Morowali menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi dan tata kelola yang baik menjadi fondasi utama dalam pengembangan kawasan industri.
Perusahaan juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah sebagai bagian dari investasi jangka panjang.
“Ini bukan hanya soal kewajiban regulasi, tetapi memastikan kawasan industri memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Dedy.
Dengan penguatan teknologi, keselamatan kerja, dan pengembangan SDM, IMIP Morowali menegaskan posisinya sebagai kawasan industri yang berorientasi pada keberlanjutan dan masa depan.***
Editor : Muhammad Awaludin