RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi menantang 36 Kepala Desa (Kades) baru untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan memastikan pembangunan desa memberi dampak langsung kepada masyarakat.
Delis menyampaikan tantangan tersebut saat melantik dan mengambil sumpah janji 36 kepala desa terpilih masa bakti 2026–2034 di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara, Rabu (9/9/2026) sore.
Para kepala desa tersebut merupakan hasil Pilkades serentak Morowali Utara yang berlangsung pada 22 Juli 2026.
Baca Juga: Pemkab Morut Sinkronkan CSR dan PPM Perusahaan Tambang
Bupati Delis meminta kepala desa tidak sekadar menjalankan banyak program pembangunan.
Dia ingin setiap program menghasilkan perubahan nyata bagi kehidupan masyarakat.
Menurut Delis, keberhasilan pembangunan desa harus terlihat dari manfaat yang masyarakat rasakan.
Baca Juga: Laporan Warga Bantu Polres Morut Ungkap 7 Kasus Narkoba
Dia menegaskan, pemerintah desa perlu mengarahkan program pada kebutuhan masyarakat, termasuk upaya meningkatkan kesejahteraan dan menurunkan angka kemiskinan.
"Sehebat apa pun program yang dijalankan, kalau tidak mampu menurunkan angka kemiskinan, maka program tersebut pada akhirnya tidak akan memberikan hasil yang maksimal," tegas Delis.
Delis juga meminta kepala desa segera menyatukan kembali masyarakat setelah Pilkades 2026 selesai.
Baca Juga: BRI BO Morowali dan RSUD Morowali Perkuat Digitalisasi Layanan Keuangan
Dia meminta para kades melayani seluruh warga tanpa membedakan pilihan politik saat pemilihan kepala desa.
"Mari bersama membangun desa, tanpa membeda-bedakan masyarakat. Selamat melayani seluruh masyarakat yang ada di desanya masing-masing," kata Delis.
Pemerintah desa juga harus membangun komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat agar pembangunan berjalan bersama.
Baca Juga: Lantik Kades PAW dan BPD, Bupati Sigi Tekankan Pemerintahan Desa Bersih dan Inovatif
Delis meminta kepala desa menyinergikan program pembangunan desa dengan kebijakan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten.
Sinergi tersebut dapat membantu desa memperkuat program pemberdayaan masyarakat dan memperluas dampak pembangunan.
Kepala desa juga perlu memastikan setiap program memiliki manfaat yang jelas bagi warga. Karena itu, para kades juga memiliki tugas untuk membenahi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang masih butuh perbaikan.
Baca Juga: Cegah Stunting dan Anemia, Pemkab Sigi Gelorakan Aksi Bergizi di Sekolah
Delis ingin agar keakuratan DTSEN menjadi prioritas utama di desa karena berkaitan langsung dengan tepat sasarannya berbagai program sosial ekonomi yang diberikan kepada masyarakat Desa.
Selain pengentasan kemiskinan, Delis juga meminta 36 kepala desa mendukung kehadiran investasi yang sehat di wilayah masing-masing.
Pemerintah desa memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi aktivitas ekonomi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh manfaat dari perkembangan investasi.
Baca Juga: 18 Wartawan Peserta UKW Banggai Dinyatakan Kompeten
"Kami juga minta kepada para Kades yang baru dilantik agar bisa memberikan dukungan positif terhadap kehadiran investasi yang sehat di wilayahnya masing-masing. Ciptakan iklim yang kondusif bagi kehadiran investasi," ujarnya.
Bupati Delis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang membantu pelaksanaan Pilkades serentak Morowali Utara 2026.
Dia menyebut seluruh tahapan pesta demokrasi tingkat desa tersebut telah selesai dan berlangsung aman, tertib, serta kondusif.
Baca Juga: Pemprov Sulteng Perkuat Pendampingan Penataan Kelembagaan Poso
Kini, 36 kepala desa terpilih harus menjalankan amanah masyarakat dan memperkuat pembangunan di wilayah masing-masing. (***)
Editor : Ilham Nusi