Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SPI Tolak Ekspansi PT BMM di Soyo Jaya

I
Penulis: Ilham Nusi❯
BABAT: Pembukaan lahan di Desa Sumara Jaya, Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara ini ditengarai dilakukan oleh PT Bhayr Multi Morowali (BMM). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
BABAT: Pembukaan lahan di Desa Sumara Jaya, Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara ini ditengarai dilakukan oleh PT Bhayr Multi Morowali (BMM). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

Advertisement

RADAR PALU - Serikat Petani Indonesia (SPI) Wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng) dan DPC SPI Morowali Utara (Morut) menolak ekspansi perkebunan kelapa sawit PT Bhayr Multi Morowali (BMM) di Kecamatan Soyo Jaya.

SPI meminta pemerintah menghentikan sementara aktivitas pembukaan lahan PT BMM karena khawatir ekspansi perkebunan tersebut memicu konflik agraria, tumpang tindih lahan garapan, serta kerusakan lingkungan.

Ketua DPC SPI Morut, Ovir Julius Pagalu, melalui siaran pers yang diterima Radar Palu, Kamis (16/9/2026), mengatakan persoalan PT BMM tidak sebatas pembukaan lahan perkebunan. 

Menurut dia, aktivitas tersebut berkaitan langsung dengan keberlangsungan ruang hidup masyarakat Soyo Jaya.

Ovir mengatakan petani Soyo Jaya selama ini mengandalkan tanaman kakao dan pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Advertisement

Dia menyebut ekspansi perkebunan skala besar berpotensi mengubah pola ekonomi masyarakat yang selama ini bertumpu pada pertanian mandiri.

"Petani di Soyo Jaya selama ini menggantungkan hidup dari tanaman kakao dan pangan lokal. Kita tidak bisa membiarkan petani mandiri berubah menjadi buruh di tanahnya sendiri akibat desakan ekspansi ini," tegas Ovir.

Tak hanya itu, SPI juga mempersoalkan potensi dampak pembukaan lahan terhadap sumber air dan sungai yang masyarakat gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

"Pembukaan lahan masif oleh PT BMM tidak hanya memicu tumpang tindih dengan lahan garapan warga, tetapi juga merusak sumber-sumber air bersih dan sungai yang vital bagi kehidupan sehari-hari." tambah Ovir.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW SPI Sulteng, Karsena Aristoteles, mempertanyakan tata kelola agraria dalam aktivitas PT BMM di Soyo Jaya.

Advertisement

Artikel Terkait

MCSP dan SPI Morut Merah, Wabup Kejar OPD

MCSP dan SPI Morut Merah, Wabup Kejar OPD

MCSP Morut hanya 51,40 dan SPI 66,71, keduanya kategori Rentan. Wabup Djira Kendjo meminta OPD bergerak mengejar capaian KPK.

PT BMM Bantah Caplok Lahan Warga Soyo Jaya

PT BMM Bantah Caplok Lahan Warga Soyo Jaya

PT BMM bantah isu penyerobotan lahan dan perluasan ilegal di Soyo Jaya. BMM jelaskan batas lahan, bibit gratis, dan 400 pekerja lokal.

Tujuh Usulan Masyarakat Adat Sulteng Diverifikasi, Wilayah Tambang Jadi Perhatian

Tujuh Usulan Masyarakat Adat Sulteng Diverifikasi, Wilayah Tambang Jadi Perhatian

Tujuh usulan masyarakat hukum adat di Sulteng diverifikasi, dengan perhatian pada dokumen, wilayah adat, dan potensi konflik agraria.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer