Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PT BMM Bantah Caplok Lahan Warga Soyo Jaya

I
Penulis: Ilham Nusi❯
BABAT: Pembukaan lahan di Desa Sumara Jaya, Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara ini ditengarai dilakukan oleh PT Bhayr Multi Morowali (BMM). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
BABAT: Pembukaan lahan di Desa Sumara Jaya, Kecamatan Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara ini ditengarai dilakukan oleh PT Bhayr Multi Morowali (BMM). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

Advertisement

RADAR PALU - PT Bhayr Multi Morowali (BMM) akhirnya buka suara menanggapi simpang siur informasi mengenai aktivitas pembukaan lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah Soyo Jaya, Kabupaten Morowali Utara.

Humas PT BMM, Altin Lumenta, mengklarifikasi sejumlah tudingan miring yang diarahkan kepada perusahaan, mulai dari isu penyerobotan lahan hingga penolakan dari serikat petani.

Altin secara tegas membantah isu yang menyebutkan bahwa perusahaan telah menjual Surat Keterangan Tanah (SKT) seluas 300 hektare dan menggusur lahan milik warga.

Dia memastikan bahwa PT BMM memiliki prosedur ketat untuk tidak mengusik hak milik masyarakat.

"Jika ada lahan masyarakat di dalam area Izin Usaha Perkebunan (IUP), lahan tersebut langsung kami keluarkan dari IUP sebelum pengolahan lahan di sekitarnya dilakukan," tegas Altin, Minggu (20/9/2026).

Advertisement

Sebagai warga asli Desa Sumara Jaya, Altin mengaku turun langsung mengawal batas lahan warga agar tidak tumpang tindih dengan area operasional guna mencegah konflik di kemudian hari.

Terkait rumor bahwa perusahaan telah melakukan pembukaan lahan hingga 1.000 hektare, Altin menepisnya.

Dia menjelaskan, meskipun wilayah IUP sangat luas, topografi lapangan yang terjal, berbatu, dan berbatasan langsung dengan sungai membatasi ruang gerak alat berat.

Khusus kawasan yang berbatasan dengan sungai, kata Altin, perusahaan tidak melakukan pengolahan demi menjaga sempadan.

Saat ini, operasional PT BMM terbagi dalam dua kawasan utama, yakni dataran atas di Desa Malino dan Bau serta dataran bawah mencakup Sumara Jaya, Tambayoli, Tandoyondo, dan Tamanusi. 

Advertisement

Artikel Terkait

Konflik Agraria Sulteng Capai 21 Ribu Hektare, Rp400 Miliar Berpotensi Bocor

Konflik Agraria Sulteng Capai 21 Ribu Hektare, Rp400 Miliar Berpotensi Bocor

Konflik agraria Sulteng mencapai 21.107 hektare. Potensi kebocoran penerimaan daerah diperkirakan Rp400 miliar per tahun.

SPI Tolak Ekspansi PT BMM di Soyo Jaya

SPI Tolak Ekspansi PT BMM di Soyo Jaya

Serikat Petani Indonesia (SPI) menolak ekspansi PT BMM di Soyo Jaya dan mendesak audit HGU, IUP, Amdal serta perlindungan lahan petani.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer