Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Rekrutmen Honorer di RSUD Mokoyurli Buol Diduga Salah Prosedural, Ada Honorer yang Direkrut Masih Berusia 19 Tahun

Muchsin Siradjudin • Senin, 5 Januari 2026 | 16:07 WIB

 

KANTOR : Inilah gedung RSUD Mokoyurli Kabupaten Buol.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).   
KANTOR : Inilah gedung RSUD Mokoyurli Kabupaten Buol.(FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).  
 

Direktur dr Maryati Klarifikasi Tetap Akan Dilakukan Evaluasi Kinerja 

RADAR PALU - Perekrutan tenaga honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)  Mokoyurli Buol tahun 2026 diduga mengalami kesalahan prosedur (Improsdural).

Sumber media Radar Palu, menyebut harusnya batas usia ditentukan (sesuai aturan) di angka usia 25-45 tahun.

Rekrutmennyapun hanya dilakukan lewat penyampaian secara lisan bukan tertulis.

“Ternyata yang diterima menjadi honor di RSUD Mokoyurli Buol ada beberapa orang usianya belum layak sesuai persyaratan, masih dibawah usia 25 tahun. Miris sekali ini, “ ungkap sumber media ini, yang minta identitasnya dirahasiakan.

“Ini mempertontonkan pembohongan publik, yang ternyata permainan dari pihak managemen, “ ucapnya lagi.

Sumber juga mengatakan, ada honorer yang dialihkan sebagai juru masak.

“Baru, yang sadisnya lagi, yang harusnya tidak lolos di CS malah dialihkan ke bagian juru masak yang katanya untuk memenuhi jumlah honorer yang kosong. Sementara, banyak honorer yang sudah bekerja tetapi mereka (managemen) tolak, dengan alasan usia tidak cukup, tanpa mempertimbangkan kinerja, “ beber sumber.

“Kentara sekali permainan managemen. Karena nyatanya, usia yang belum cukup itu adalah keluarga mereka, “ sebutnya.

“Ini SK tenaga honor RSUD Mokoyurli Tahun 2026, atas nama Moh. Fikram Kanoli ponakannya dr Maryati, belum umur 25 tahun dia, “ bebernya.

Baca Juga: Srikandi Batalipu Nahkodai Golkar Buol, Sejumlah PR Menanti, Target Gandakan Kursi DPRD di 2031

KONFIRMASI

Sementara itu, Direktur RSUD Mokoyurli Kabupaten Buol dr Maryati Ismail, saat dikonfirmasi media ini, mengatakan, sebenarnya yang manajemen lakukan bukan rekruitmen tenaga baru, tapi pemberkasan kembali tenaga yang memang sudah bekerja di  Rumah Sakit, terkait pengurangan jumlah itu berdasarkan kriteria teknis masing-masing bidang tempat bekerja.

“Yang manajemen lakukan bukan rekruitmen tenaga baru. Tetapi, pemberkasan kembali tenaga honorer yang memang sudah bekerja (mengabdi) di Rumah Sakit Mokoyurli. Terkait pengurangan jumlah itu berdasarkan kriteria teknis masing-masing bidang tempat bekerja, “ terang Direktur RSUD Mokoyurli Buol, dr Maryati Ismail, kepada Radar Palu Jawa Pos group, Senin (5/1/2026).

Dijelaskannya, tentunya berbeda kriteria evaluasi antara Juru Masak dan tenaga Parkiran.

“Untuk juru masak karena berhubungan dengan layanan kebutuhan pemenuhan Gizi/Makanan Pasien kami memiliki keriteria dan penilaian khusus, “ujar Maryati.

Menurutnya, tahun ini untuk Cleaning Service (CS) itu, manajemen sudah serahkan ke pihak ketiga dalam pengelolaan layanan kebersihan Rumah Sakit.

“Terkait dengan persyaratan dan SOP itu jadi ranah pihak ketiga. Namun kami sudah menitipkan ke penyedia bersangkutan untuk tetap memberdayakan tenaga yang sudah ada dengan penilaian-penilaian tertentu, pastinya oleh pihak penyedia jasa, “ tegas Maryati.

“Sedangkan untuk tenaga parkir yang dimaksud sudah berumur 21 tahun menggantikan tenaga yang sebelumnya kita berhentikan karena indisipliner. Sebelumnya sudah pernah ikut seleksi, namun masuk di daftar tunggu ketika ada yang dikeluarkan berdasarkan hasil evaluasi kinerja, “ pungkas Direktur RSUD Mokoyurli.(mch)

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Klarifikasi menyatakan akan melakukan evaluasi kinerja #Diduga salah prosedur #Rekrutmen honorer di RSUD Mokoyurli Buol #Ada honorer direkrut di bawah umur