
RADARPALU – PT. Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung perkembangan dan pertumbuhan bagi pelaku usaha untuk naik kelas dalam usahanya.
Salah seorang nasabah Permodalan Nasional Madani (PNM), Nur Aini, mengaku terbantu dengan akses permodalan yang diberikan perusahaan tersebut untuk mendukung usahanya.
Pada kesempatan itu Nur Aini menuturkan bahwa pinjaman yang pertama kali ia peroleh dari PNM sebesar Rp3 juta. Dana tersebut digunakan untuk menambah isi kios yang telah lebih dulu dimilikinya.
Baca Juga: Soal Dana Hibah, DPRD Sulteng Tekankan Transparansi dan Kemanfaatan untuk Masyarakat
“Nilainya sendiri, awalnya tidak terlalu besar hanya Rp3 Juta selama 52 minggu, ke dua 5 juta sampai 25 juta dan untuk modal mengisi kios,” ujar Nur Aini kepada Radar Palu saat ditemui pada Selasa (2/6/2026).
Seiring berjalannya waktu, nilai pinjaman yang diterimanya meningkat. Setelah pinjaman Rp3 juta, ia kembali memperoleh pinjaman sebesar Rp5 juta, hingga terakhir mencapai Rp25 juta.
Menurutnya, salah satu alasan memilih mengajukan pinjaman di PNM karena bunga yang dinilai rendah serta proses pengajuan yang tidak mempersulit calon nasabah.
“Karena bunganya rendah. Kan dia tanpa jaminan juga. Tidak sulit kita bermohon. Tidak dipersulit,” katanya.
Ia juga mengaku, tambahan modal yang diperoleh dari PNM membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari, termasuk kebutuhan pendidikan anak-anaknya. “Iya, mencukupi, mencukupi kebutuhan rumah tangga juga,” ungkapnya.
Nur Aini menjelaskan, dana pinjaman dari PNM seluruhnya digunakan untuk menambah modal usaha kiosnya, selain itu ia juga menggunakan modal tersebut untuk membeli mobil mainan agar dapat disewakan kepada anak-anak yang datang ke Taman Lasoso.



