Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dikira Deteksi Ada Gempa, Rupanya Perangkat Daya dari Alat BMKG Berbunyi

Mugni Supardi • Kamis, 31 Juli 2025 | 17:45 WIB
AKAN DIGANTI: Koordinator Bidang Observasi BMKG Geofisika Kelas I Palu, Bambang, memperlihatkan UPS dari Kantor Kelurahan Buluri.
AKAN DIGANTI: Koordinator Bidang Observasi BMKG Geofisika Kelas I Palu, Bambang, memperlihatkan UPS dari Kantor Kelurahan Buluri.

RADAR PALU - Kepala BMKG Geofisika Kelas I Palu, Sujabar, mengatakan terkait kejadihan menghebohkan pada Kamis (31/7/2025) di Kantor Kelurahan Buluri yang menjadi salah satu lokasi tempat alat monitoring kegempaan milik BMKG dititipkan hanya kesalahpahaman semata.

“Sebenarnya bukan dari kesalahan alat yang mendeteksi gempa, tapi karena adanya kerusakan dari UPS yang usianya memang sudah lama, yang mendukung dari alat operasional tersebut,” kata Sujabar.

Karena sudah termakan usia kata Sujabar, UPS (Uninterruptinle Power Supply) atau Penyimpan Baterai Cadangan ini menimbulkan bunyi yang cukup lama.

“Karena ketidakpahaman dari masyarakat yang ada di Kelurahan itu, jadi seolah-olah alat kita mendeteksi suatu gempa, padahal hanya indikator UPS yang sudah mengalami kehausan,” lanjut Sujabar.

Sujabar menjelaskan, alat monitoring kegempaan yang terpasang di Kantor Kelurahan Buluri disebut Intensity Meter.

Data yang dihasilkan dari Intensity Meter ini dibutuhkan saat gempa terjadi. Sehingga intensity meter ini harus tetap beroperasi sekalipun aliran listrik dalam keadaan terputus, sehingga dibantu dengan UPS tersebut.   

“Ketika ada gelombang gempa intensity meter akan mengkonversi berdasarkan kekuatan visual MMI, misalnya  gempa tersebut 3 MMI,” jelasnya.

MMI atau Modified Mercalli Intensity adalah skala untuk mengukur kekuatan gempa bumi. Skala MMI berbeda dengan skala magnitudo, jika skala MMI mengukur seberapa kuat guncangan gempa dirasakan dan dampaknya di suatu lokasi tertentu, sedangkan skala magnitudo yang mengukur besaran energi yang dilepaskan oleh gempa di pusat gempa.

Koordinator Bidang Observasi BMKG Geofisika Kelas I Palu, Bambang, menambahkan intensity meter milik BMKG ini terpasang di 10 lokasi di Kota Palu. Dan memang menurutnya beberapa hari terakhir, BMKG Geofisika Kelas I Palu juga sementara melakukan pemeliharaan seperti di Kelurahan Siranindi dengan kasus yang sama seperti di Buluri, UPS-nya berbunyi.

Akan tetapi, pihak Kelurahan Siranindi meskipun sempat ketakutan tidak sampai memviralkan di media sosial dengan caption yang membuat kepanikan, malah langsung menghubungi nomor BMKG.

“Yang di Siranindi itu sudah diperbaiki, sudah diganti dengan UPS yang baru,” terangnya.

Selain Buluri dan Siranindi, intensity meter ini juga terdapat di Kelurahan Lambara, Kayumalue Pajeko, Layana, Universitas Tadulako, Talise Valangguni, Birobuli Utara, BPBD Kota Palu, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Palu.

“Birobuli Utara sempat juga UPS-nya berbunyi, tetapi langsung dimatikan oleh pihak Kelurahan. Yang di Layana itu sementara dimatikan karena kantor Kelurahannya baru, kita mau siapkan pindahannya dari kantor lama, dan Untad itu kabel listriknya ditabrak alat berat jadi belum beroperasi," sebut Bambang.

Dengan adanya kejadian di Buluri, Bambang mengakui akan mengecek kembali alat intensity meter yang tersebar di Palu.

Disisi lain juga dia meminta agar alat BMKG yang dititipkan dijaga dengan baik, dan tidak meletakkan barang-barang lain di atas UPS. “UPS yang di Buluri itu saya dapat panas. Kan ini sudah ditahu alat listrik, jangan sampai ada barang lain di atasnya, takutnya bisa korsleting listrik,” jelasnya.

PANTAU LAPANGAN : Personil BPBD Kota Palu saat melakukan pengecekan di Kantor Kelurahan Buluri, Kamis (31/7/2025).
PANTAU LAPANGAN : Personil BPBD Kota Palu saat melakukan pengecekan di Kantor Kelurahan Buluri, Kamis (31/7/2025).

Dari pantauan Radar Palu kehebohan di Kantor Kerlurahan Buluri sampai membuat panik pihak sekolah di Buluri yang sampai memulangkan siswanya karena khawatir akan ada kejadian gempa.

“Jadi bunyinya itu panjang, sehingga kami khawatir. Tetapi ketika di cek sama orang BMKG ternyata alatnya ada yang eror,” kata salah seorang warga, Safran kepada Radar Palu saat ditemui di Kantor Kelurahan Buluri.

Pantauan Radar Palu pada Kamis (31/7/2025) sekitar pukul 11.00 Wita, warga Buluri nampak beraktivitas seperti biasa, setelah adanya peristiwa tersebut, meski saat alat tersebut berbunyi sejumlah warga mengaku waspada khawatir akan ada kejadian gempa.

“Karena waktu gempa Poso kemarin, alat ini bunyi juga, tapi tidak panjang, hanya satu-satu kali bunyi,” sebut Safran.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu sempat menerjunkan beberapa personel hanya untuk melakukan pengecekan di Kantor Kelurahan Buluri. Setelah dipastikan aman, mereka kembali ke kantor masing-masing.(***)

Editor : Mugni Supardi
#Pendeteksi Gempa #BMKG #magnitudo #gempa