Cerita itu dibagikan langsung oleh Kepala SD Inpres 5 Lolu, Sukmawati, dalam program Zona Sekolah, serial podcast Radar Palu, pada 5 November 2025. Menariknya, kisah ini tak hanya menghangatkan hati para penonton, tapi juga mencatat antusiasme tinggi: tayangan YouTube Shorts-nya telah ditonton 800++ kali, sementara versi video penuh di YouTube hampir menyentuh 500 views.
Dan semua kisah itu berawal dari tiga ruang sederhana: kantin, perpustakaan, dan gazebo.
Sebuah sekolah di Kota Palu kembali menjadi sorotan setelah tiga fasilitas unggulannya, yakni kantin, perpustakaan, dan gazebo. Ketiganya mendapatkan penghargaan berkat inovasi yang dinilai mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, sehat, dan inspiratif bagi para siswa. Fakta ini muncul dalam episode terbaru Zona Sekolah, program yang menampilkan beragam cerita inspiratif dari dunia pendidikan.
Dalam wawancara bersama tim Zona Sekolah, pihak sekolah menjelaskan bahwa upaya perbaikan fasilitas bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari strategi besar untuk membangun suasana sekolah yang humanis, aman, dan mendukung kreativitas siswa. Perubahan ini terlihat paling jelas di tiga titik utama: kantin, perpustakaan, dan gazebo.
Kantin Sehat yang Raih Penghargaan Kota
Kantin sekolah kini berubah total menjadi Kantin Sehat dengan standar kebersihan dan layanan yang lebih tinggi. Pengelola kantin bekerja sama dengan pihak sekolah untuk menerapkan menu bergizi, pembatasan jajanan tidak sehat, serta manajemen kebersihan yang ketat mulai dari penyajian hingga pengolahan.
Inovasi ini membuat kantin sekolah meraih Penghargaan Kantin Terbersih Tingkat Kota Palu setelah melalui serangkaian penilaian dari dinas terkait. Tidak hanya aspek kebersihan, kenyamanan ruang kantin yang kini lebih terang, luas, dan ramah pelajar juga mendapat apresiasi. Banyak siswa mengakui bahwa kantin menjadi tempat favorit mereka, bukan sekadar untuk makan, tetapi juga untuk mengobrol santai dan melepas lelah di sela-sela jam pelajaran.
Perpustakaan Bertransformasi, Jadi Perpus Terfavorit
Perpustakaan sekolah yang sebelumnya hanya digunakan sebagai tempat mencari buku kini menjelma menjadi ruang literasi modern. Penataan ulang interior, penambahan koleksi buku, area baca santai, serta sudut literasi kreatif membuat perpustakaan tampak jauh lebih menarik.
Berkat perubahan ini, perpustakaan sekolah berhasil meraih Penghargaan Perpustakaan Terfavorit. Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan aspek kenyamanan ruang, ketersediaan koleksi, program literasi aktif, hingga keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca. Siswa kini lebih banyak menghabiskan waktu luang di perpustakaan karena suasananya yang tenang, bersih, dan mendukung kegiatan belajar kelompok.
Gazebo Estetik, Ruang Nyaman untuk Belajar dan Berkarya
Tidak hanya kantin dan perpus, sekolah juga membangun sebuah gazebo estetik yang berfungsi sebagai ruang santai terbuka untuk siswa dan guru. Gazebo ini menjadi titik baru kegiatan positif di sekolah, mulai dari diskusi kelompok, kegiatan literasi luar ruangan, hingga tempat rekaman konten edukatif yang sering dipakai oleh siswa kreatif.
Desain gazebo yang mengutamakan kenyamanan, sirkulasi udara, dan material ramah lingkungan membuatnya menjadi salah satu fasilitas yang paling sering digunakan. Banyak siswa menyebut gazebo sebagai ruang “healing” yang membuat mereka lebih semangat belajar dan beraktivitas.
Dampak Besar dari Perubahan Kecil
Kisah tentang kantin sehat, perpustakaan favorit, dan gazebo estetik ini tak berhenti di lingkungan sekolah saja. Lewat Zona Sekolah, cerita ini ikut mengalir ke ruang-ruang digital.
Di kanal YouTube Radar Palu, versi YouTube Shorts ditonton lebih dari 800+ kali, sementara video utamanya hampir menembus 500 penayangan , menjadi bukti bahwa cerita positif dari sekolah masih selalu punya tempat di hati masyarakat.
Keberhasilan dari ketiga fasilitas ini mendapat perhatian positif dari orang tua, guru, hingga pihak dinas pendidikan. Inovasi yang dihadirkan dinilai memberi dampak langsung bagi peningkatan kenyamanan belajar, kesehatan siswa, hingga motivasi belajar mereka.
Pihak sekolah menegaskan bahwa penghargaan yang diterima bukan menjadi akhir, tetapi justru dorongan untuk terus mengembangkan lingkungan sekolah yang lebih modern, humanis, dan sesuai kebutuhan siswa masa kini. (mg1)
Editor : Nur Soima Ulfa