RADAR PALU – Bali masih siaga dampak cuaca ekstrem yang terjadi dalam 12 jam terakhir, Selasa (24/2/2026). Hujan lebat disertai angin kencang memicu banjir, longsor, hingga pohon tumbang di sejumlah wilayah.
Dikutip dari Radar Bali, laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat delapan kabupaten/kota terdampak hujan intensitas tinggi. Hanya Buleleng yang sempat terpantau berawan, meski tetap mengalami dampak longsor akibat hujan sebelumnya.
Kota Denpasar menjadi wilayah paling terdampak. Sebanyak 23 titik banjir dilaporkan merendam jalan dan permukiman warga dengan ketinggian air 30 hingga 80 sentimeter.
Genangan tertinggi terjadi di Jalan Griya Anyar arah Simpang Dewa Ruci. Kawasan Sanur, Renon, dan Sesetan juga terendam dengan rata-rata ketinggian sekitar 50 sentimeter.
Selain banjir, angin puting beliung menerjang Padang Sambian Kelod. Di Jalan Siulan Gang Lely, tanggul sungai jebol akibat debit air yang meluap.
Di Kabupaten Badung, genangan air dilaporkan terjadi di Legian dan Jimbaran. Jalan Kunti dan Jalan Merpati (Tuban) terendam hingga 50 sentimeter.
Pohon tumbang di Jalan Sunset Road dan Kerobokan sempat mengganggu arus lalu lintas sebelum ditangani petugas.
Kabupaten Gianyar mencatat lima kejadian signifikan, termasuk longsor di Banjar Glogor, Lodtunduh, serta pohon tumbang di Ubud, Tulikup, Sumita, dan Sukawati. Seluruhnya dilaporkan telah tertangani tanpa korban jiwa.
Sementara itu di Buleleng, longsor terjadi di Desa Selat (Sukasada) dan Desa Tembok (Tejakula). Pohon tumbang juga menutup akses di Desa Tukad Mungga dan Pancasari, dan masih dalam proses evakuasi.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada mengingat potensi hujan lanjutan masih mungkin terjadi. Warga diminta menghindari bantaran sungai dan daerah rawan longsor serta memastikan saluran air tidak tersumbat.***
Editor : Muhammad Awaludin