Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lulusan Farmasi Harus Siap Hadapi Tantangan, Wisuda XIX Jadi Babak Baru Bagi STIFA Pelita Mas Palu

Mugni Supardi • Kamis, 27 November 2025 | 15:28 WIB
JADI BABAK BARU : Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) STIFA Pelita Mas Palu menjadi langkah baru dalam pengembangan pendidikan kefarmasian di Sulawesi Tengah.
JADI BABAK BARU : Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) STIFA Pelita Mas Palu menjadi langkah baru dalam pengembangan pendidikan kefarmasian di Sulawesi Tengah.

RADAR PALU - Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFA) Pelita Mas Palu menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda XIX yang berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, di Hotel Santika Palu, Kamis (27/11/2025). 

Selain mewisuda 59 lulusan S1 Farmasi dan 7 lulusan D3 Farmasi, STIFA Pelita Mas Palu juga meresmikan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) yang menjadi langkah baru dalam pengembangan pendidikan kefarmasian di Sulawesi Tengah.

Acara ini dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Administrasi Umum M Sadly Lesnusa S Sos M Si, dan perwakilan LLDIKTI Wilayah 16.

Orasi ilmiah dalam wisuda XIX disampaikan oleh Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Agussalim Bukhari, M.Clin.Med, Ph.D.GK, Subsp.KM.

Hadir pula pimpinan perguruan tinggi, unsur Forkopimda, Kaprodi, dosen, tenaga kependidikan, mitra strategis STIFA Pelita Mas Palu dan orang tua wisudawan.

Ketua STIFA Pelita Mas Palu Prof Dr Apt Joni Tandi M Kes mengatakan hari ini sebagai momen yang bermakna dan penuh syukur.

Kelulusan D3 yang mencapai 100 persen pada Uji Kompetensi Nasional 2025 adalah bukti kualitas kampus.

Selain wisuda, STIFA Pelita Mas Palu juga resmi membuka Program Studi Profesi Apoteker yang menurut Prof Joni Tandi merupakan langkah strategis agar lulusan dapat melanjutkan jenjang profesi dalam lingkungan akademik yang terpadu.

Prof Joni Tandi menyampaikan bahwa prestasi kampus tahun ini sangat membanggakan.

Ia memaparkan capaian mahasiswa berupa 6 prestasi nasional serta pendanaan PKM sebesar Rp5 juta. Kampus juga mengumpulkan total Rp531.420.000 dana penelitian dari hibah yayasan dan BOPTN.

“Ini menunjukkan komitmen kami untuk terus memperkuat pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada lulusan agar siap menghadapi dunia kerja yang semakin menuntut kemampuan adaptasi.

“Ilmu dan nilai yang kalian peroleh adalah bekal penting untuk memasuki dunia profesional,” katanya.

Sementara Asisten Administrasi Umum M Sadly Lesnusa mengucapkan selamat atas capaian yang diraih oleh wisudawan.

Wisuda XIX STIFA Pelita Mas Palu.
Wisuda XIX STIFA Pelita Mas Palu.

Kata dia, wisuda bukan hanya seremoni, tetapi simbol peralihan menuju kehidupan profesional. "Keberhasilan lulusan adalah hasil ketekunan dan doa keluarga," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyoroti pentingnya tenaga farmasi. Perkembangan teknologi dan inovasi obat bergerak menurut Sadly sangat begitu cepat.

"Dan daerah kita membutuhkan tenaga farmasi yang berdedikasi,” lanjutnya.

Program beasiswa Berani Cerdas disebut telah membantu lebih dari 18.724 mahasiswa, termasuk banyak mahasiswa STIFA Pelita Mas Palu.

Ketua Tim Kerja Penguatan Mutu Pembelajaran dan Kemahasiswaan LLDIKTI Wilayah 16, Akub Zainal Basura, S H M H menambahkan pesan tentang pentingnya kompetensi lulusan di era digital.

Ia menegaskan bahwa dunia kerja hari ini menuntut keterampilan komunikasi, kolaborasi, kemampuan berpikir kritis, serta kreativitas.

"Kesuksesan seseorang itu 85 persen ditentukan oleh soft skill, sementara hard skill hanya 15 persen. Karena itu mahasiswa harus terus mengasah kemampuan interpersonal, kepemimpinan, dan problem solving," sebutnya.

Ia juga menjelaskan peran strategis lulusan farmasi dalam konsep kampus berdampak, mulai dari menjaga mutu obat, mendorong inovasi kesehatan, hingga berperan dalam industri farmasi lokal.

Menurutnya, lulusan farmasi harus siap menghadapi tantangan masa depan seperti resistensi antimikroba, digitalisasi layanan kesehatan, hingga ketimpangan akses farmasi di wilayah terpencil.

Selain menjadi gerbang menuju dunia profesional bagi para lulusan, wisuda tahun ini juga menandai babak baru STIFA dengan dibukanya Program Studi Profesi Apoteker. 

Pemerintah dan LLDIKTI kata dia memberi dukungan penuh agar kampus terus mencetak tenaga farmasi yang adaptif dan berintegritas.(mg2)

Editor : Mugni Supardi
#PSPPA #wisuda #Lulusan Farmasi #STIFA Pelita Mas Palu #STIFA #Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi #Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker