RADAR PALU - Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Anoa, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu Sulawesi Tengah harus ditutup sementara, Jumat (29/8/2025).
Penutupan tersebut dilakukan usai belasan siswa di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sis Aljufri Palu dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Potensi Palu harus dilarikan ke Rumah Sakit sekitar satu jam setelah menyantap paket MBG.
Koordinator wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Palu, Rizky saat ditemui membenarkan hal tersebut.
Waktu penutupan ini diperkirakan sampai keluarnya hasil uji sampel makanan yang dikirimkan ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu.
"Jadi penerima manfaatnya untuk sementara juga belum bisa terlayani," kata dia kepada Radar Palu.
Pihaknya sambung Rizki, menunggu hasil uji sampel tersebut guna memastikan penyebab utama belasan siswa tersebut dilarikan ke rumah sakit. "Apakah ikannya sudah terkontaminasi zat-zat berbahaya, atau ada penyebab lain," ujarnya.
Rizki menjelaskan faktor kelelahan juga diduga menjadi penyebab adanya peristiwa ini. "Di awal-awal ini kan masih penyesuaian ritme, jadi Asisten Lapangan tadi tumbang," katanya.
Mereka setiap hari harus menyiapkan total 1.457 paket yang disebar ke 14 sekolah di Kota Palu. Dua di antaranya ialah MTs Sis Aljufri dan SMK Bina Potensi.
Dalam Revisi-1 Petunjuk Teknis (Juknis) Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah untuk Program MBG Tahun Anggaran 2025 Asisten Lapangan bertanggungjawab memastikan ketersediaan bahan baku untuk produksi dan bertanggungjawab terhadap quality control pencatatan dan penimbangan bahan baku yang masuk ke unit pelayanan.
Dalam Juknis tersebut juga dijelaskan bahwa makanan yang disajikan untuk program MBG harus memenuhi standar kesehatan dan standar gizi mulai dari pemilihan bahan baku hingga pengantaran.
Untuk menjaga kualitas makanan SPPG juga dibantu oleh instansi terkait seperti BPOM dan Dinas Kesehatan setempat.
Faktanya, pada Rabu 27 Agustus 2025, ada 18 pelajar di dua sekolah di Kota Palu harus dilarikan ke rumah sakit, satu jam usai mengonsumsi paket MBG.
Seorang pegawai di SPPG tersebut kepada Radar Palu mengungkapkan bahwa ikan-ikan yang masuk ke dapur MBG di Jalan Anoa sudah dalam bentuk tanpa kepala.
"Supplier mungkin sudah mencampur ikan dengan yang sudah tidak baik lagi toh. Baru inikan di bagian pemotongan ikan ini tidak bisa bedakan mana ikan yang sudah busuk," kata sumber tersebut.
Selain itu, Rizki juga menguatkan bahwa ada beberapa guru mengaku, saat mereka mencoba menyantap ikan yang disajikan langit-langit mulut mereka teras gatal. "Pas dicoba ikannya langit-langit mulut guru itu gatal," ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Anoa, Daniel belum bisa berbicara banyak, dia hanya menjelaskan masih menunggu hasil uji sampel.
"Semua bahan baku yang masuk ke kami, juga kami lakukan pengecekan untuk memastikan kualitasnya," pungkas dia. (ril)
Editor : Syahril.