Manager Mikro dan Pawning BSI Area Palu, Inhar Ramli, mengatakan layanan Bank Emas ini diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025, dan ditandai dengan kick off oleh Direktur Utama BSI, Hery Gunardi.
"BSI hadir sebagai bank syariah pertama yang menghadirkan layanan bullion bank di Indonesia," ujar Inhar kepada Radar Palu saat ditemui, Selasa (9/9/2025).
Untuk tahap awal, BSI menghadirkan tiga produk unggulan, yakni BSI Emas Digital, rekening berbasis titipan (wadiah yad amanah) dengan saldo berupa gram emas digital. Kedua, BSI Gold, fasilitas pembelian emas fisik baik secara tunai maupun cicilan dengan harga terjangkau, hasil kerja sama BSI dengan Hartadinata. Ketiga, BSI ATM Emas, yakni layanan cetak emas mandiri dari saldo BSI Emas Digital melalui mesin ATM.
"Prototipe ATM Emas sudah dipasang saat launching. Tahun ini kami targetkan ada 10 unit di 10 region, dan bertambah menjadi 53 unit di seluruh cabang BSI pada kuartal II 2025," jelasnya.
Ia menambahkan layanan Bank Emas BSI hadir sebagai solusi investasi yang aman, mudah, dan terjangkau, sekaligus alternatif lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Menurutnya, tren kenaikan harga emas dalam beberapa tahun terakhir menjadi bukti potensi keuntungan jangka panjang bagi masyarakat.
Data mencatat, sejak 31 Desember 2023 hingga 19 Maret 2025, harga emas naik 60,45 persen, dari Rp1,068 juta per gram menjadi Rp1,713 juta per gram. Sebaliknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru terkoreksi 14,43 persen pada periode yang sama.
Kenaikan harga emas sendiri dipicu oleh ketidakpastian ekonomi global, kebijakan moneter longgar, hingga peningkatan cadangan emas oleh sejumlah bank sentral dunia. (rna)
Editor : Nur Soima Ulfa