RADARPALU - Kabupaten Sigi kembali diguncang gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,4 pada Rabu (1/7) pukul 00.05 Wita.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Palu menyatakan gempa tersebut merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa M 6,7 yang terjadi pada 16 Juni 2026 lalu.
Berdasarkan hasil analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 1,14 Lintang Selatan dan 120,08 Bujur Timur atau sekitar 35 kilometer timur laut Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 2 kilometer.
Baca Juga: UMKM Gorontalo Diperkuat, Pertamina Hadirkan Pelatihan dan Akses Pembiayaan
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Palu, Djati Cipto Kuncoro, menjelaskan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Palolo.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Palolo," ujarnya dalam keterangan resmi.
BMKG menyebut guncangan dirasakan di wilayah Kabupaten Sigi dengan intensitas III MMI atau getaran terasa nyata di dalam rumah, seperti saat truk besar melintas.
Baca Juga: PNM Cabang Palu Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sigi, Nasabah Dapat Libur Angsuran
Hingga laporan ini diterbitkan, belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.
BMKG juga mencatat gempa M 4,4 ini merupakan bagian dari rangkaian gempa susulan pascagempa M 6,7 yang mengguncang Sigi pada 16 Juni 2026.
Hingga Rabu (1/7) pukul 00.24 Wita, telah terjadi 1.659 kali gempa susulan, dengan magnitudo terbesar mencapai M 5,3.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Informasi resmi mengenai aktivitas gempa bumi dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web, media sosial terverifikasi, maupun aplikasi InfoBMKG.***
Editor : Mugni Supardi