RADAR PALU - Jaringan Telkomsel di wilayah Lembah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali dikeluhkan warga karena sering hilang hingga satu hari penuh. Gangguan layanan komunikasi itu diduga dipicu aksi vandalisme terhadap fasilitas telekomunikasi di jalur menuju kawasan Napu.
Keluhan warga diterima redaksi Radar Palu pada Sabtu (16/5/2026). Dalam pesannya, warga mengaku sinyal di wilayah tersebut kerap mati-hidup sehingga mengganggu aktivitas komunikasi dan akses internet masyarakat.
“Kadang sampai satu hari hilang jaringan. Kadang satu hari itu mati hidup jaringan,” tulis warga kepada redaksi.
Baca Juga: Puting Beliung Poso Rusak 4 Rumah, Warga Terdampak
Secara terpisah, tim teknis Telkomsel dan Telkom Infrastruktur menjelaskan bahwa gangguan jaringan di arah Napu terjadi akibat pencurian tiang dan pemotongan kabel Telkom. Kerusakan fasilitas itu menyebabkan layanan Telkomsel mengalami down di sejumlah titik.
DPRD Sulteng Minta Warga Jaga Fasilitas Telekomunikasi
Menanggapi kondisi tersebut, anggota Komisi III DPRD Sulawesi Tengah dari Fraksi Gerindra, Marthen Tibe, mengingatkan pentingnya menjaga aset telekomunikasi yang digunakan masyarakat secara bersama.
Baca Juga: Banjir Touna Rendam Jalur Trans Poso, Akses Sempat Terganggu
Menurut legislator daerah pemilihan Kabupaten Poso dan Sigi itu, fasilitas jaringan merupakan kebutuhan vital masyarakat, terutama di wilayah pegunungan seperti Lembah Napu yang sangat bergantung pada akses komunikasi.
“Fasilitas telekomunikasi ini aset bersama untuk kepentingan masyarakat. Jadi harus dijaga bersama juga. Kalau ada tindakan vandalisme atau pencurian kabel, masyarakat sebaiknya segera melapor ke aparat kepolisian terdekat,” kata Marthen Tibe saat dikonfirmasi Radar Palu, Sabtu (16/5/2026).
Ia menilai aksi vandalisme terhadap jaringan telekomunikasi tidak hanya merugikan operator, tetapi juga berdampak langsung terhadap pelayanan publik, pendidikan, hingga aktivitas ekonomi warga.
Lembah Napu sendiri merupakan kawasan dataran tinggi di Sulawesi Tengah yang meliputi Kecamatan Lore Utara dan Lore Peore. Wilayah tersebut mencakup Desa Sedoa, Wuasa, Wanga, dan Watutau.
Gangguan Sinyal Hambat Aktivitas Warga
Gangguan jaringan Telkomsel di Napu dinilai semakin terasa karena masyarakat kini bergantung pada layanan digital untuk komunikasi, pendidikan, dan transaksi ekonomi. Ketika sinyal hilang dalam waktu lama, aktivitas warga ikut terganggu.
Baca Juga: Wagub Sulteng Dorong Dokter Muda Ambil Spesialis
Selain faktor geografis pegunungan, aksi pencurian fasilitas jaringan membuat proses pemulihan layanan membutuhkan waktu lebih lama. Infrastruktur telekomunikasi di wilayah terpencil juga memerlukan pengawasan ekstra agar tidak kembali dirusak pihak tidak bertanggung jawab.
Pihak Telkomsel dan DPRD berharap masyarakat bersama aparat keamanan dapat memperkuat pengawasan terhadap fasilitas telekomunikasi sehingga layanan jaringan di kawasan Lembah Napu kembali stabil dan aman digunakan.***
Editor : Muhammad Awaludin