Krisis Timur Tengah Mengguncang India, Harga Bensin dan Solar Naik

![India sangat terdampak oleh kenaikan harga energi yang dipicu perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. [Firdous Nazir/NurPhoto via Getty Images]](https://cdn-jjmn.jawapos.com/images/21/2026/05/15/india-sangat-terdampak-oleh-kenaikan-harga-energi-yang-dipicu-perang-amerika-serikat-dan-israel-melawan-iran-firdous-nazirnurphoto-via-getty-images-T5dc4.webp)
RADAR PALU - India menaikkan harga bahan bakar sekitar 3 persen seiring krisis energi akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz mulai berdampak pada perekonomian negara tersebut.
Pemerintah di New Delhi pada Jumat (15/5/2026) mengumumkan kenaikan harga sebesar 3 rupee (sekitar Rp570) per liter untuk menutupi kerugian akibat terganggunya pasokan energi. Harga bensin kini menjadi 97,77 rupee (sekitar US$1,02) per liter, sementara solar naik menjadi 90,67 rupee (sekitar US$0,94).
India merupakan importir minyak terbesar ketiga di dunia. Sekitar 90 persen kebutuhan minyaknya berasal dari impor, dan hampir setengah pasokan minyak mentah negara itu biasanya melewati Selat Hormuz.
Kondisi tersebut membuat India sangat terdampak oleh lonjakan harga energi dan gangguan pasokan akibat perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Meski demikian, New Delhi sebelumnya menahan kenaikan harga bahan bakar eceran dan menjadi salah satu negara ekonomi besar terakhir yang meneruskan dampak kenaikan harga minyak dunia kepada konsumen.
Kenaikan harga ini terjadi hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri India, Narendra Modi, meminta masyarakat melakukan penghematan sukarela. Ia mengimbau warga bekerja dari rumah jika memungkinkan, mengurangi perjalanan ke luar negeri, serta menekan pembelian emas.
Modi menyebut penghematan bahan bakar sebagai tindakan “patriotik” dan mendorong masyarakat lebih banyak menggunakan transportasi umum, berbagi kendaraan (carpooling), serta mengurangi penggunaan pupuk.
Pihak oposisi menilai seruan Modi baru disampaikan setelah pemilu negara bagian selesai digelar. Selama masa kampanye, harga BBM tetap dipertahankan. Pemilu berakhir bulan ini dengan Partai BJP pimpinan Modi memenangkan dua dari empat negara bagian dan memperluas pengaruh politiknya.
Seorang sopir taksi di New Delhi bernama Manoj Kumar mengatakan kenaikan harga BBM akan semakin membebani masyarakat kelas pekerja.
“Bagi rakyat biasa seperti kami, bahkan satu rupee sangat berarti. Orang bekerja keras dari pagi hingga malam hanya untuk bertahan hidup. Pemerintah tidak melihat itu,” ujarnya kepada Associated Press.



