RADAR PALU – Kelangkaan gas LPG kembali terjadi di Kabupaten Banggai dan dikeluhkan masyarakat karena berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari. Selain sulit diperoleh, harga gas juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram di pangkalan. Kondisi ini bahkan berlangsung selama beberapa hari, sehingga memaksa masyarakat mencari alternatif lain untuk memasak.
“Sudah tiga hari saya keliling cari gas 3 kilo, tapi selalu kosong. Kalau pun ada, harganya sudah mahal,” ujar salah seorang warga Kecamatan Luwuk.
Baca Juga: HIPKA Banggai Didorong Jadi Motor Lahirnya Pengusaha Muda dan Penggerak Ekonomi Daerah
Tidak hanya LPG subsidi, gas ukuran non-subsidi juga mengalami lonjakan harga. LPG 12 kilogram yang sebelumnya dijual sekitar Rp280 ribu, kini naik hingga kisaran Rp360 ribu per tabung. Sementara itu, LPG 5,5 kilogram berada di kisaran Rp175 ribu.
“Biasanya saya pakai gas 12 kilo untuk usaha kecil, tapi sekarang harganya terlalu tinggi. Mau tidak mau kami kurangi produksi,” kata pelaku usaha kuliner di Luwuk.
Untuk LPG 3 kilogram, meski harga resmi di pangkalan sekitar Rp20 ribu, di tingkat pengecer harga bisa mencapai Rp23 ribu atau lebih. Perbedaan harga ini menunjukkan masih lemahnya pengawasan distribusi di lapangan.
Baca Juga: Polisi Gagalkan Penyelundupan Sabu 1 Kg ke Banggai
Kelangkaan ini disebut bukan pertama kali terjadi. Masyarakat menilai persoalan distribusi LPG di Banggai sudah berlangsung berulang dan belum menemukan solusi yang efektif.
Selain faktor distribusi yang tidak merata, keterlambatan pasokan juga menjadi penyebab utama kosongnya stok di sejumlah pangkalan. Di sisi lain, rantai distribusi yang panjang turut memicu kenaikan harga di tingkat pengecer.
Dampak dari kondisi ini cukup dirasakan warga. Aktivitas memasak rumah tangga terganggu, bahkan sebagian masyarakat terpaksa kembali menggunakan kayu bakar atau minyak tanah sebagai alternatif.
Baca Juga: APBD Banggai 2025 Defisit, Ketergantungan Transfer Jadi Sorotan
Ironisnya, Kabupaten Banggai dikenal sebagai salah satu daerah penghasil gas, namun masyarakatnya masih menghadapi kesulitan dalam memperoleh LPG untuk kebutuhan sehari-hari.
Sejumlah pihak mendorong adanya solusi jangka panjang, termasuk pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas), guna mengurangi ketergantungan terhadap distribusi LPG tabung.
Situasi ini diharapkan segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pihak terkait agar pasokan LPG kembali normal dan harga dapat dikendalikan.
Baca Juga: Update Pagi: Abrasi Banggai Kepulauan, Tanggul 100 Meter Jebol, Warga Masih Waspada
Sementara itu, sampai dengan berita ini diterbitkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Banggai, Natalia Patolemba, saat dikonfrimasi via WhatsApp belum memberikan keterangan penyebab dari kelangkaan gas LPG tersebut.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin