Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Germas SAPA Didorong di Sigi, Pemda Tekankan Keamanan Pangan Tak Boleh Berhenti di Sosialisasi

Angel Sumbara • Selasa, 21 April 2026 | 13:03 WIB
RAPAT: Wabup Sigi Samuel Yansen Pongi, didampingi Sekkab Nuim Hayat memimpin rapat membahas Germas.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
RAPAT: Wabup Sigi Samuel Yansen Pongi, didampingi Sekkab Nuim Hayat memimpin rapat membahas Germas.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, mulai mendorong penguatan keamanan pangan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas SAPA).

Program ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar mampu menjawab persoalan pangan di lapangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Nuim Hayat, menegaskan bahwa isu keamanan pangan menyangkut langsung kesehatan masyarakat sehingga membutuhkan keterlibatan serius seluruh lintas sektor.

Baca Juga: Terbongkar! Jalur Sabu Antar Provinsi Digagalkan, Pelaku Diciduk di Sigi

“Perlu komitmen semua pihak untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam membangun sistem keamanan pangan yang terpadu, berkelanjutan, dan berdampak nyata,” ujar Nuim, Senin.

Menurutnya, selama ini pendekatan keamanan pangan masih cenderung parsial. Padahal, pengawasan harus dilakukan dari hulu hingga hilir, mulai dari produksi hingga distribusi ke masyarakat.

Pemkab Sigi menyiapkan sejumlah langkah terpadu, di antaranya pengembangan desa pangan aman sebagai basis penguatan ketahanan pangan di tingkat desa.

Baca Juga: Polda Sulteng Benarkan Penetapan Tersangka Kepala ATR/BPN Sigi, Ini Duduk Perkaranya

Selain itu, pengawasan di pasar juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah menilai masih ada potensi beredarnya bahan pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan.

“Penguatan pasar aman perlu dilakukan untuk memastikan produk yang beredar terbebas dari bahan berbahaya,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, pembudayaan keamanan pangan juga mulai didorong melalui sekolah. Edukasi kepada pelajar dinilai penting agar kesadaran konsumsi pangan sehat dapat terbentuk sejak dini.

“Lingkungan sekolah menjadi salah satu titik penting untuk edukasi dan pengawasan pangan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkab Sigi menggandeng Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Palu guna memastikan mutu dan keamanan pangan yang beredar.

Namun demikian, pengawasan di lapangan masih menjadi tantangan. Selain keterbatasan sumber daya, tingkat kesadaran masyarakat terhadap pangan aman juga dinilai belum merata.

“Harapannya masyarakat semakin sadar bahwa pangan yang aman dan sehat itu sangat penting,” kata Nuim.

Nuim menekankan, keberhasilan Germas SAPA tidak diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Ia berharap seluruh program keamanan pangan di Kabupaten Sigi dapat berjalan sesuai standar kesehatan dan berkelanjutan.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menciptakan masyarakat yang sehat, sadar, dan peduli terhadap keamanan pangan,” tutupnya.

Ke depan, konsistensi pengawasan serta keseriusan implementasi di lapangan akan menjadi penentu apakah program ini mampu menjawab persoalan pangan, atau justru berhenti sebagai agenda rutin tanpa perubahan signifikan.(***)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Perhatian pemerintah #kesehatan masyarakat #Keamanan Pangan