Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tagihan BPJS Tembus Rp6 Miliar, Sigi Temukan Banyak Data Warga Tak Valid

A
Penulis: Angel Sumbara❯
Ariyanto (FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
Ariyanto (FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

Advertisement

RADAR PALU – Beban tagihan BPJS Kesehatan yang ditanggung Pemerintah Kabupaten Sigi mencapai angka mencolok, yakni sekitar Rp6 miliar per Maret 2026.

Setelah ditelusuri, tingginya tagihan tersebut dipicu oleh banyaknya data warga yang tidak lagi valid namun masih tercatat sebagai penerima bantuan.

Kepala Dinas Sosial Sigi, Ariyanto, mengungkapkan temuan tersebut saat proses verifikasi dan validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tengah dilakukan.

“Masih banyak ditemukan masyarakat sudah meninggal, tetapi datanya masih aktif karena belum terbitnya akta kematian,” ujarnya saat ditemui di Sigi.

Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung pada pembengkakan anggaran daerah, khususnya untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang dibiayai melalui APBD.

Advertisement

Dinas Sosial Sigi kini tengah menggenjot proses verifikasi data hingga ke tingkat desa. Fokusnya adalah memperbarui data masyarakat yang telah berpindah domisili, meninggal dunia, atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai penerima bantuan.

“Verifikasi ini penting agar data yang digunakan benar-benar akurat, terutama yang berkaitan dengan PBI APBD,” jelasnya.

Ariyanto menegaskan bahwa DTSEN merupakan data dinamis yang harus diperbarui secara berkala. Setiap bulan, pemerintah daerah melakukan pembaruan data yang dimulai dari desa dan kecamatan, sebelum diteruskan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Ini data bergerak, jadi setiap bulan pasti kami update untuk memastikan ketepatan sasaran bantuan,” katanya.

Ia juga mendorong pemerintah desa agar lebih proaktif dalam melakukan pendataan, termasuk memastikan tidak ada warga yang luput atau justru tidak berhak namun masih menerima bantuan.

Advertisement

Artikel Terkait

Warga Duyu Keluhkan BPJS Berubah dan Akses Air Bersih, Muhlis U. Aca Siapkan Tindak Lanjut

Warga Duyu Keluhkan BPJS Berubah dan Akses Air Bersih, Muhlis U. Aca Siapkan Tindak Lanjut

Reses Muhlis U. Aca di Duyu menyoroti persoalan BPJS berbasis desil dan kebutuhan air bersih yang menunggu tindak lanjut pemerintah daerah

Morut Unggul di Sulteng, Raih Penghargaan Tertinggi JKN 2026

Morut Unggul di Sulteng, Raih Penghargaan Tertinggi JKN 2026

Morut meraih Satya JKN Awards 2026 dari BPJS Kesehatan dan menjadi satu-satunya daerah di Sulteng penerima penghargaan.

Klaim JKN Rumah Sakit di Sulteng Jadi Perhatian, Ini yang Dibenahi

Klaim JKN Rumah Sakit di Sulteng Jadi Perhatian, Ini yang Dibenahi

Klaim JKN rumah sakit di Sulteng menjadi perhatian. Petugas coder dibekali panduan INA-CBG untuk meminimalkan kesalahan pengajuan klaim.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer