RADAR PALU — Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah mengikuti video conference (vicon) yang dipimpin Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Selasa (14/4), guna mengantisipasi dampak fenomena El Nino ekstrem yang dijuluki “Godzilla”.
Kegiatan yang berlangsung di Mapolda Sulteng ini dihadiri Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, didampingi Irwasda Kombes Pol Purwanto Puji Sutan, Karo Ops Kombes Pol Giuseppe Reinhard Gulton, serta para pejabat utama lainnya.
Sejumlah instansi terkait juga turut terlibat, di antaranya Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, BMKG, dan BNPB.
Baca Juga: FKPA Didorong Perkuat Hukum Adat di Tengah Masyarakat
Dalam arahannya, Wakapolri menekankan pentingnya langkah strategis melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Ia meminta seluruh Kapolda bersikap proaktif dengan melibatkan perguruan tinggi dalam upaya pencegahan dan penanganan, termasuk melalui riset dan inovasi.
Selain itu, pengelolaan data terintegrasi menjadi sorotan utama. Wakapolri menegaskan bahwa seluruh jajaran harus disiplin dalam penginputan data sebagai bagian dari pemanfaatan big data untuk mendukung analisis dan kebijakan yang tepat.
“Basis data personel mulai dari tingkat Polsek, Polres hingga instansi terkait harus terintegrasi dan saling berbagi informasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan semangat Asta Cita yang mengedepankan kesiapsiagaan dan efisiensi dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Dorong Perlindungan KI Berbasis Budaya Adat
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Djoko Wienartono menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah yang rawan terdampak musim kemarau panjang.
Menurutnya, sinergi lintas instansi menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana terhadap masyarakat dan lingkungan.
Editor : Wahono.