RADAR PALU – Banjir akibat cuaca ekstrem melanda Desa Batu Mandi, Kecamatan Balantak Utara, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Jumat (27/3) sekitar pukul 14.30 WITA. Hujan lebat di wilayah pegunungan memicu luapan sungai yang merendam permukiman warga.
Berdasarkan laporan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, banjir berlangsung sekitar tiga jam dan berdampak pada puluhan rumah warga, khususnya di Dusun 1 dan Dusun 2.
“Ketinggian air mencapai lutut orang dewasa dan masuk ke dalam rumah warga,” ujar Plt Kepala Pelaksana BPBD Sulteng, Ir. Asbudianto, S.T., M.Si dalam laporan resminya, Minggu (29/3).
Data sementara mencatat sebanyak 22 rumah terdampak, dengan 2 rumah mengalami rusak sedang. Selain itu, banjir juga merusak dua bangunan rumah ibadah (gereja) serta satu kantor desa.
Akibat kejadian tersebut, tiga kepala keluarga (KK) terpaksa mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat yang lebih aman. Sementara itu, data korban jiwa masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Banggai telah diterjunkan untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparat desa setempat. Upaya pendataan dan penanganan awal terus dilakukan guna memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi.
BPBD mengidentifikasi sejumlah kebutuhan mendesak pascabencana, antara lain logistik penanggulangan bencana, material bangunan seperti papan dan balok kayu, serta pembangunan beronjong sepanjang sekitar 300 meter untuk mencegah banjir susulan.
Meski sempat melumpuhkan aktivitas warga, kondisi terkini dilaporkan telah berangsur kondusif.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah tersebut.(*)
Editor : Mugni Supardi