Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Reses Khusus Milenial di Sigi, Muhidin Mohamad Said Serap Aspirasi Anak Muda

Angel Sumbara • Kamis, 5 Maret 2026 | 16:02 WIB


DIALOG: Anggota DPR RI H. Muhidin Said saat memberikan arahan dalam menyerap aspirasi di Kabupaten Sigi.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).
DIALOG: Anggota DPR RI H. Muhidin Said saat memberikan arahan dalam menyerap aspirasi di Kabupaten Sigi.(FOTO: ANGEL SUMBARA/RADAR PALU).

RADAR PALU – Anggota DPR RI Dapil Sulawesi Tengah periode 2024-2029, H. Muhidin Mohamad Said, menggelar serap aspirasi pemuda milenial di Kabupaten Sigi, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan berlangsung di kediaman Bupati Sigi, Desa Kota Pulu, Kecamatan Dolo, dan dihadiri ratusan pemuda serta perwakilan Partai Golkar Sulawesi Tengah dan Kabupaten Sigi.

Reses ini merupakan bagian dari Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026. Puluhan komunitas pemuda hadir, termasuk Komunitas Pecinta Alam Dolo (Palado), Sanggar Seni Katimunda Desa Tulo, Dewan Kesenian Sigi (DKS), dan Sanggar Seni Polelea.

Turut hadir pula jajaran Golkar, seperti Ketua Harian DPD I Imelda Liliana, Anggota DPRD Sulteng Dapil Sigi-Donggala Hendri Kusuma Muhidin, Ketua AMPG Kabupaten Sigi Fadhlu Rahman Intjenae, dan pengurus DPD II Golkar Sigi.

Dalam pemaparannya, Muhidin menegaskan bahwa reses adalah kewajiban konstitusional anggota DPR RI untuk kembali ke daerah pemilihan dan menyerap langsung aspirasi masyarakat.

“Dalam setahun, DPR RI melaksanakan lima kali masa reses, delapan kali kunjungan serap aspirasi, dan tiga kunjungan spesifik lainnya. Kehadiran saya di sini untuk mendengar langsung persoalan anak-anak muda,” kata Muhidin, yang juga menjabat Wakil Ketua Banggar DPR RI.

Muhidin memaparkan mekanisme pengelolaan anggaran negara, dari APBN di tingkat pusat hingga APBD provinsi dan kabupaten/kota, agar generasi muda memahami alur perjuangan aspirasi di parlemen.

Bupati Sigi sekaligus Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, mengapresiasi langkah Muhidin yang fokus pada kalangan milenial.

“Momentum seperti ini jarang terjadi. Tidak banyak anggota DPR RI yang ingin bertemu langsung dengan kaum muda,” ujar Rizal.

Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan pembangunan daerah berbasis pertanian serta pariwisata berkelanjutan.

Namun Rizal mengingatkan ancaman serius penyalahgunaan narkoba di Sigi, yang menempati peringkat kedua kasus narkoba di Sulawesi Tengah.

Ia menyoroti pengungkapan dua kilogram sabu di Kecamatan Nokilalaki sebagai alarm bagi semua pihak.

Muhidin turut memaparkan prioritas nasional di sektor pendidikan, termasuk program KIP Kuliah dan LPDP, serta berdialog langsung dengan peserta agar akses beasiswa berjalan optimal.

Ia juga mengungkap rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Sigi senilai lebih dari Rp 200 miliar, bertaraf internasional, lengkap dengan asrama dan fasilitas olahraga, diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Program lain yang disampaikan Muhidin antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), penguatan ketahanan pangan, hilirisasi industri, dan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat tidak mampu.

Dalam sesi motivasi, Muhidin mengingatkan generasi muda agar menjauhi narkoba dan pinjaman online ilegal:

“Sekali terlibat narkoba, masa depan bisa hancur. Begitu juga pinjol ilegal, pastikan terdaftar di OJK agar tidak terjebak tekanan finansial,” pesannya.

Dialog terbuka kemudian digelar, di mana peserta menyampaikan aspirasi terkait pendidikan, lapangan kerja, pengembangan usaha kreatif, dan persoalan sosial. Muhidin menegaskan seluruh masukan akan diperjuangkan di tingkat pusat sesuai kewenangan DPR RI.

Reses ini menjadi yang pertama di Kabupaten Sigi yang secara khusus menyasar milenial dan Gen Z, diharapkan menjadi jembatan komunikasi antara generasi muda dan wakil rakyat di parlemen nasional, sekaligus memperkuat daya saing daerah di masa depan.(***)

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Pembangunan sekolah rakyat #Menjadi jembatan komunikasi #Memperkuat daya saing daerah #Mendengarkan langsung aspirasi dari anak muda