RADAR PALU - Sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah kembali jadi perhatian utama pemerintah memasuki tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025–2029.
Komitmen itu tercermin dalam kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny A. Lamadjido pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat.
Rakornas yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026), menjadi forum konsolidasi nasional untuk menyatukan arah kebijakan pusat dan daerah.
Forum ini mengusung tema Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045.
Presiden RI Prabowo Subianto membuka langsung Rakornas dan memberikan arahan kepada seluruh peserta. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut hadir mendampingi.
Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melaporkan jumlah peserta Rakornas mencapai 4.011 orang dari unsur pemerintah pusat dan daerah.
Sebanyak 525 peserta berasal dari pemerintah pusat, termasuk jajaran menteri, pimpinan lembaga negara, Panglima TNI, Kapolri, Jaksa Agung, hingga pejabat eselon I kementerian dan lembaga.
Sementara dari daerah, tercatat 3.486 peserta yang terdiri atas gubernur, bupati, wali kota, pimpinan DPRD, serta unsur Forkopimda, Bank Indonesia, dan Badan Pusat Statistik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Tito menegaskan seluruh jajaran pemerintah daerah siap mendukung dan mengawal program prioritas Presiden.
“Tahun 2026 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMN 2025–2029 sebagai penjabaran visi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Capaian pada tahun pertama akan dioptimalkan melalui kesamaan gerak pusat dan daerah,” ujarnya.
Kehadiran pimpinan Provinsi Sulawesi Tengah dalam Rakornas ini menegaskan posisi daerah sebagai mitra strategis pemerintah pusat dalam implementasi kebijakan nasional.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah rutin digelar untuk memastikan program prioritas nasional berjalan selaras hingga ke daerah, terutama pada fase awal pemerintahan baru menuju target Indonesia Emas 2045.***
Editor : Muhammad Awaludin