RADAR PALU Penguatan riset daerah mulai diarahkan sebagai bagian dari strategi pembangunan Sulawesi Tengah. Sejumlah program penelitian disiapkan untuk menjawab isu pangan, kelautan, hingga kebencanaan.
Langkah ini mengemuka saat Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah menerima kunjungan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Provinsi Sulteng di Palu, Kamis (30/1/2026).
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tengah menerima kunjungan kerja Kepala Brida Provinsi Sulawesi Tengah, Dr. Christina Shandra Tobondo, MT, bersama jajaran pejabat administrator.
Dalam pertemuan tersebut, Brida memaparkan rencana pelaksanaan riset daerah yang dikemas dalam inovasi Berani “Banua Riset”.
Sejumlah fokus riset disampaikan, mulai dari peningkatan produksi beras di Kabupaten Parigi Moutong dan Poso, hingga pengembangan budidaya rumput laut di Banggai Kepulauan.
Selain itu, riset perikanan tangkap komoditas tuna, cakalang, dan tongkol direncanakan di wilayah Banggai Laut.
Brida juga menyoroti pentingnya riset kebencanaan di kawasan rawan bencana seperti Palu, Sigi, dan Donggala.
Seluruh agenda riset tersebut disebut membutuhkan dukungan lintas pemangku kepentingan, termasuk Bank Indonesia, terutama dalam penguatan data, kajian ekonomi, dan sinergi kebijakan.
Inovasi Berani “Banua Riset” sendiri dirancang sebagai instrumen pendukung pembangunan daerah yang berbasis riset dan kebutuhan riil wilayah.
Secara nasional, penguatan riset daerah menjadi salah satu fokus pembangunan berbasis pengetahuan, sejalan dengan upaya pemerintah mendorong ketahanan pangan, pengembangan ekonomi lokal, dan mitigasi risiko bencana di berbagai daerah.***
Editor : Muhammad Awaludin