Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Pelatihan Mandarin Dibuka, Gubernur Dorong SDM Lokal Isi Industri

Muhammad Awaludin • Senin, 5 Januari 2026 | 15:55 WIB
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat membuka pelatihan Bahasa Mandarin di Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif, Palu.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid saat membuka pelatihan Bahasa Mandarin di Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif, Palu.

RADAR PALU – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai memperkuat kualitas sumber daya manusia lokal untuk menjawab kebutuhan kawasan industri. Upaya tersebut ditandai dengan pembukaan pelatihan Bahasa Mandarin oleh Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid di Pusat Pelatihan dan Pendidikan Yayasan Cahaya Ilmu Kreatif, Senin (5/1/2026).

Pelatihan ini menjadi bagian dari implementasi visi Berani Cerdas, sekaligus mencerminkan kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan dalam menyiapkan tenaga kerja yang relevan dengan kebutuhan industri.

Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengungkapkan bahwa gagasan pelatihan Bahasa Mandarin telah ia rancang sejak masih menjabat sebagai Bupati Morowali. Saat itu, ia melihat langsung tingginya kebutuhan penerjemah Bahasa Mandarin di kawasan industri yang belum mampu dipenuhi oleh tenaga kerja lokal. 

Menurutnya, hingga saat ini kebutuhan penerjemah Bahasa Mandarin di kawasan industri, khususnya di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), masih didominasi oleh tenaga kerja dari luar daerah.

“Padahal ini peluang besar bagi anak-anak daerah Sulawesi Tengah. Kebutuhan penerjemah sangat besar dan peluang kerjanya sangat menjanjikan,” ujar Anwar Hafid.

Ia menilai, pesatnya perkembangan kawasan industri di Morowali akan terus meningkatkan permintaan terhadap tenaga penerjemah Bahasa Mandarin. Oleh karena itu, pelatihan ini harus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan.

“Pelatihan ini harus benar-benar diseriusi, karena kebutuhan penerjemah akan terus bertambah seiring perkembangan industri,” katanya. 

Anwar Hafid juga menekankan pentingnya kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Ia meminta agar peserta pelatihan tidak hanya menguasai bahasa, tetapi juga memahami budaya kerja dan mampu beradaptasi di lingkungan industri.

“Kalau sudah fasih berbahasa Mandarin, saya akan bantu penyaluran kerjanya,” tegasnya.

Ia memastikan pemerintah daerah siap memfasilitasi penempatan kerja lulusan pelatihan ke perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja asal Tiongkok di Morowali.

Kegiatan pembukaan pelatihan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Sulteng Farid R, Lemba, Kepala Dinas Pendidikan Firmanza, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Richard A. Djanggola, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Nakertrans Dony Budjang. ***

Editor : Muhammad Awaludin
#pelatihan mandarin #industri Morowali #Anwar Hafid #sulteng #Berani Cerdas