Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

SDN 11 Palu Ubah Syarat PPDB, Siswa Harus Bisa Baca?

Ade Safitri • Rabu, 22 April 2026 | 18:07 WIB
SDN 11 Palu ditengah rencana penerapan tes literasi dasar bagi calon siswa kelas 1.(Ade Safitri/Radar Palu)
SDN 11 Palu ditengah rencana penerapan tes literasi dasar bagi calon siswa kelas 1.(Ade Safitri/Radar Palu)

 

RADAR PALU — Rencana SDN 11 Palu ini bisa bikin orang tua deg-degan. Calon siswa kelas 1 ke depan tak lagi sekadar daftar, tapi harus lolos tes dasar membaca dan berhitung. 

Kebijakan ini disiapkan jelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran mendatang. Sekolah mulai menggeser fokus seleksi, dari sekadar administrasi ke kemampuan literasi awal. 

Kepala SDN 11 Palu, Hj. Nurhayati, mengatakan langkah ini bukan tanpa alasan. Guru kelas 1 selama ini menghadapi tantangan serius saat mengajar siswa yang belum mengenal huruf sama sekali. 

Baca Juga: Siswa TK Dikenali Tugas Basarnas Sejak Dini

“Ke depan kami mau buka mindset aturan baru. Harus ada tes, minimal anak mengenal huruf A sampai Z dan angka,” ujar Nurhayati, Selasa (21/2026). 

Menurutnya, kondisi di lapangan cukup berat. Guru harus mengajar dari nol, bahkan untuk mengenalkan huruf dan angka dasar, di tengah tuntutan kurikulum yang terus berjalan. 

Akibatnya, proses belajar mengajar jadi tidak optimal. Siswa yang sudah punya dasar literasi cenderung melaju lebih cepat, sementara yang belum tertinggal jauh. 

Baca Juga: Pemkab Buol Gelar Sosialisasi Kadastral Pertanahan

“Yang berat itu saat mulai menulis dan membaca. Kalau dari awal belum kenal huruf, guru harus kerja ekstra,” jelasnya. 

Rencana penerapan tes ini pun langsung memicu perhatian. Di satu sisi, kebijakan ini dinilai bisa meningkatkan kualitas pembelajaran sejak awal. Namun di sisi lain, muncul kekhawatiran soal akses pendidikan bagi anak yang belum sempat mengenyam TK. 

Menanggapi hal itu, pihak sekolah memastikan tetap ada fleksibilitas. Latar belakang siswa akan jadi pertimbangan, terutama bagi mereka yang tidak punya kesempatan masuk pendidikan usia dini. 

Meski begitu, prioritas tetap diberikan kepada anak yang sudah memiliki kemampuan dasar literasi. 

“Kita utamakan dulu yang sudah mengenal huruf. Tapi kalau belum cukup kuota, baru kita ambil dari yang lain,” kata Nurhayati. 

SDN 11 Palu sendiri hanya membuka satu kelas untuk siswa baru, dengan kapasitas terbatas 28 orang. Artinya, persaingan masuk sekolah ini dipastikan makin ketat. 

Baca Juga: Bisa Tembus hingga 500 Gram, Saat BSI Area Palu Sosialisasikan Tabungan dan Cicil Emas

Kondisi ini juga menjadi sinyal kuat bagi para orang tua. Peran keluarga kini tak bisa lagi dianggap sepele dalam mempersiapkan anak sebelum masuk sekolah dasar. 

Nurhayati menegaskan, pendidikan bukan hanya tanggung jawab guru. Dukungan orang tua di rumah menjadi kunci penting agar anak tidak tertinggal sejak awal. 

“Kerja sama dengan orang tua sangat penting. Jangan sampai saling melepas,” tegasnya. 

Dengan rencana ini, wajah PPDB di tingkat sekolah dasar mulai berubah. Bukan lagi sekadar soal usia dan zonasi, tapi juga kesiapan dasar anak dalam membaca dan berhitung. 

Pertanyaannya, apakah semua orang tua siap?***

Editor : Muhammad Awaludin
#SDN 11 Palu #literasi anak #syarat masuk SD #Pendidikan Palu #PPDB 2026