
RADARPALU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Lore Lindu Bariri melaporkan, sebagian besar wilayah Sulawesi Tengah masih berada pada kategori Hari Tanpa Hujan (HTH) sangat pendek atau berkisar 1–5 hari hingga akhir April 2026.
Namun, terdapat beberapa wilayah yang mengalami HTH kategori menengah (11–20 hari), yakni di Mori Atas, Kabupaten Morowali Utara, serta Pembuni di Kabupaten Parigi Moutong.
Berdasarkan analisis curah hujan Dasarian III April 2026, kondisi di Sulawesi Tengah bervariasi dari kategori rendah hingga tinggi.
Baca Juga: Diantar hingga ke Rumah, KAI Pastikan Barang Penumpang Insiden Bekasi Timur Kembali ke Pemilik
Curah hujan rendah mendominasi sebagian besar wilayah, sementara hujan dengan intensitas tinggi hanya terjadi di sebagian kecil Parigi Moutong dan Banggai Kepulauan.
Sementara itu, analisis sifat hujan menunjukkan dominasi kategori bawah normal (BN) di hampir seluruh wilayah.
Adapun kondisi normal (N) terpantau di sebagian wilayah Tojo Una-Una, Donggala, Parigi Moutong, dan Banggai. Sedangkan sifat hujan atas normal (AN) terjadi di sebagian kecil wilayah Tolitoli dan Parigi Moutong.
Memasuki Dasarian I Mei 2026, BMKG memprakirakan peluang curah hujan di atas 100 mm berkisar 10–60 persen di wilayah utara dan mencapai 50–90 persen di sebagian wilayah tengah, seperti Sigi dan Poso.
Untuk curah hujan di atas 150 mm, peluangnya diprediksi berada pada kisaran 40–60 persen di sebagian wilayah Sigi dan Poso.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan, dan tanah longsor, terutama di wilayah dengan peluang hujan menengah hingga tinggi.


