Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Tak Punya Alat Standar, Siswa Palu Tetap Juara Senam

Ade Safitri • Kamis, 16 April 2026 | 12:12 WIB
Guru SDN Tanamodindi Sulha menunjukkan balok titian kayu modifikasi untuk latihan senam lantai siswa. (IstimewaRadar Palu)
Guru SDN Tanamodindi Sulha menunjukkan balok titian kayu modifikasi untuk latihan senam lantai siswa. (IstimewaRadar Palu)

RADAR PALU - Keterbatasan alat tak menghentikan prestasi. Siswa SDN Tanamodindi, Palu, tetap rutin juara senam lantai berkat kreativitas guru yang memodifikasi peralatan sendiri.

Guru PJOK sekaligus Ketua Kombel, Sulha, mengembangkan metode latihan alternatif di sekolahnya, Kamis (16/4/2026). Ia menyiasati mahalnya sarana dengan membuat alat sederhana agar siswa tetap bisa berlatih.

Sulha mengandalkan balok titian kayu hasil rakitan sendiri sebagai alat utama latihan keseimbangan. 

Baca Juga: Literasi 15 Menit SDN 9 Palu Tembus 10 Besar Kota

“Yang bisa saya modifikasi baru balok. Saya buat di tukang kayu, lalu dipadukan dengan matras,” ujarnya.

Langkah ini menjadi solusi praktis di tengah keterbatasan fasilitas standar senam yang umumnya mahal dan sulit dijangkau sekolah.

Untuk menunjang latihan, Sulha mengaku harus mencicil pembelian matras selama beberapa tahun. 

Baca Juga: SDN 9 Palu Fokus Silat, Siapkan Siswa ke Level Nasional

Saat ini, ia baru memiliki 12 lembar matras puzzle dengan harga sekitar Rp250 ribu per lembar. 

Baginya, aspek keamanan tidak bisa ditawar dalam olahraga senam lantai yang berisiko tinggi cedera.

“Kalau alat tidak memadai, kita juga tidak berani. Takut mencederakan anak-anak,” tegasnya.

Meski berlatih dengan alat sederhana, prestasi siswa tetap konsisten di tingkat kota.

Di ajang O2SN, siswa SDN Tanamodindi rutin meraih juara satu dan dua. Bahkan, mereka sempat melaju hingga tingkat provinsi.

Namun, keterbatasan alat menjadi kendala saat menghadapi standar perlombaan yang lebih modern.

“Kemarin anak tidak berani pakai alat lomba karena tidak pernah latihan dengan itu. Ada alat pakai per, gerakannya lebih ekstrem,” jelas Sulha. 

Baca Juga: SDN 23 Palu Siap Sidak Usai Lebaran, Fokus O2SN

Inisiatif Sulha menunjukkan kreativitas guru mampu menutup celah keterbatasan fasilitas.

Namun, tanpa dukungan alat standar, potensi siswa berisiko terhambat saat naik ke level kompetisi lebih tinggi.

Ia berharap pemerintah memberi perhatian lebih pada pengadaan sarana olahraga sekolah agar pembinaan atlet usia dini bisa lebih optimal dan aman.***

Editor : Muhammad Awaludin
#senam lantai #guru kreatif #O2SN #Olahraga Sekolah #palu