BRI Parigi Dukung Sensus Ekonomi 2026 BPS untuk Perkuat Data UMKM dan Kebijakan Tepat Sasaran

PARIGI, RADAR PALU — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Parigi menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Parigi Moutong sebagai upaya memperkuat basis data ekonomi nasional dan daerah.
Komitmen tersebut disampaikan langsung Branch Office Head BRI Cabang Parigi, I Dewa K Yudyadana, saat kegiatan pendataan oleh BPS berlangsung di Kantor BRI Cabang Parigi, Rabu (7/5/2026).
Menurut Dewa, sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam memetakan kondisi riil dunia usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
Baca Juga: BRI Morowali Meriahkan Hari Pendidikan Nasional 2026 Lewat Jalan Santai dan Senam Bersama
“Kami sangat mendukung kegiatan yang dilakukan BPS Parigi di Kantor BRI. Data sensus ekonomi ini krusial untuk memotret struktur ekonomi riil, khususnya UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ujar Dewa.
Ia menambahkan, validitas dan akurasi data usaha menjadi faktor penting dalam mendukung perumusan kebijakan pemerintah maupun strategi penyaluran kredit perbankan agar lebih tepat sasaran.
Sebagai bank dengan fokus utama pada pembiayaan sektor UMKM, BRI berkepentingan terhadap tersedianya data ekonomi yang komprehensif dan akurat guna mendukung inklusi keuangan serta penguatan sektor produktif masyarakat.
Sensus Ekonomi 2026 sendiri merupakan pendataan lengkap terhadap seluruh unit usaha nonpertanian di Indonesia yang dilaksanakan BPS setiap sepuluh tahun sekali.
Pendataan tersebut mencakup jumlah unit usaha, tenaga kerja, omzet usaha hingga sebaran sektor ekonomi yang nantinya menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan nasional maupun daerah.
Kepala BPS Parigi Moutong, Sunu Hari Ismawan mengapresiasi dukungan dan keterbukaan BRI dalam proses pendataan lapangan.
“Dukungan dari institusi seperti BRI mempercepat proses pencacahan lapangan. Semakin lengkap data yang kami himpun, semakin kuat fondasi kebijakan ekonomi ke depan,” kata Sunu.



