
RADAR PALU - Program literasi 15 menit tiap pagi di SDN 9 Palu berbuah hasil: perpustakaan sekolah ini tembus 10 besar terbaik tingkat Kota Palu 2025.
Program ini dijalankan setiap hari sebelum bel masuk. Seluruh siswa wajib membaca di lapangan selama 15 menit, lalu dilanjutkan dengan kunjungan perpustakaan yang dijadwalkan bergilir.
Kepala SDN 9 Palu, Mukhtar, mengatakan capaian tersebut diraih meski persiapan lomba sangat singkat, hanya tujuh hari. “Kami tidak menyangka bisa masuk 10 besar. Itu jadi pemicu untuk berbenah lebih serius,” ujarnya, Selasa (14/4).
Baca Juga: Skor TKA SMP 2026 Diprediksi Serendah SMA, Alarm Literasi
Disiplin Pagi Jadi Kunci
Rutinitas membaca sebelum belajar menjadi fondasi utama budaya literasi di sekolah ini. Siswa dibiasakan berinteraksi dengan buku sejak pagi, bukan sekadar formalitas program.
Menurut Mukhtar, kebiasaan ini perlahan mengubah minat baca siswa. Perpustakaan tidak lagi sepi, tetapi menjadi ruang aktif yang dikunjungi secara teratur.
Program ini juga diperkuat dengan sistem kunjungan terjadwal, memastikan seluruh siswa mendapat akses yang sama terhadap bahan bacaan.
Pembenahan Fasilitas Dikebut
Meski sukses menembus 10 besar, sekolah mengakui masih ada kekurangan, terutama dari sisi fasilitas. Pendingin ruangan (AC) menjadi salah satu catatan utama dalam penilaian lomba.
“Tahun ini sudah kami masukkan dalam RKA. Kami ingin perpustakaan lebih nyaman,” kata Mukhtar.



