Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Diapit Bank Tanah dan TNLL, Masyarakat Susun Program Komunitas Adat Watutau

W
Penulis: Wahono.❯
Peserta lokakarya Komunitas Adat To Pekurehua Wanua Watutau berfoto bersama usai menyusun program kerja penguatan perlindungan wilayah adat dan kemandirian komunitas di Baruga Desa Watutau, Kabupaten Poso. (Istimewa)
Peserta lokakarya Komunitas Adat To Pekurehua Wanua Watutau berfoto bersama usai menyusun program kerja penguatan perlindungan wilayah adat dan kemandirian komunitas di Baruga Desa Watutau, Kabupaten Poso. (Istimewa)

Advertisement

 

RADAR PALU – Komunitas Adat To Pekurehua Wanua Watutau di Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, mulai menyusun langkah strategis untuk memperkuat perlindungan wilayah adat dan kemandirian komunitas. Upaya tersebut dilakukan melalui Lokakarya Penyusunan Program Kerja yang berlangsung selama dua hari, 7–8 Mei 2026, di Baruga Desa Watutau.

 

Advertisement

Kegiatan ini digelar oleh Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI) Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Yayasan Bumi Hijau Khatulistiwa (BIJAK), Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif (SLPP) Sulteng, dan Yayasan Pendidikan Rakyat (YPR).

 

Lokakarya tersebut menjadi ruang konsolidasi masyarakat adat dalam merumuskan arah perjuangan komunitas, mulai dari penguatan kelembagaan adat, perlindungan wilayah, hingga pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal dan keberlanjutan lingkungan.

Advertisement

 

 

Peserta kegiatan terdiri dari unsur lembaga adat, pemerintah desa, tokoh masyarakat, perempuan, pemuda, hingga organisasi masyarakat sipil. Selama pelaksanaan, peserta melakukan diskusi dan pemetaan terhadap potensi, tantangan, serta ancaman yang dihadapi masyarakat adat dalam mempertahankan ruang hidup mereka.

 

Tokoh Masyarakat Adat Watutau, Christian Toibo, mengatakan lokakarya tersebut bukan sekadar menyusun agenda kegiatan, tetapi menjadi langkah bersama dalam memperkuat perjuangan masyarakat adat menjaga identitas dan wilayah mereka.

 

“Lokakarya ini bukan hanya menyusun daftar kegiatan, tetapi menjadi ruang bersama untuk memperkuat arah perjuangan komunitas adat dalam menjaga wilayah, identitas, dan masa depan generasi mereka,” ujarnya.

Advertisement

Artikel Terkait

Penelitian BRIN di Toro Ungkap Relasi Manusia dan Alam Lewat Bahasa

Penelitian BRIN di Toro Ungkap Relasi Manusia dan Alam Lewat Bahasa

Periset BRIN meneliti leksikon ekologis sistem Katuvua di Desa Toro, Kabupaten Sigi, guna mendokumentasikan pengetahuan masyarakat adat tent

KARAMHA Desak Pemprov Sulteng Revisi SK Panitia MHA, DLH Beri Tanggapan 

KARAMHA Desak Pemprov Sulteng Revisi SK Panitia MHA, DLH Beri Tanggapan 

KARAMHA mendesak Pemprov Sulteng merevisi SK Panitia MHA agar melibatkan masyarakat sipil dan mempercepat implementasi Perda Nomor 12 Tahun

Longki Djanggola Soroti HPL Bank Tanah di Poso, Minta Ditinjau agar Clear and Clean

Longki Djanggola Soroti HPL Bank Tanah di Poso, Minta Ditinjau agar Clear and Clean

Longki Djanggola soroti HPL Bank Tanah di Poso dan minta 6.600 hektare ditinjau agar status lahan benar-benar clear and clean.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer