RADAR PALU – Prestasi siswa di SMP Negeri 1 Palu menarik perhatian. Belasan karya buku yang ditulis para pelajar di sekolah ini kini resmi mendapatkan perlindungan hak cipta dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Pencapaian ini menjadi sorotan karena karya literasi para siswa tidak hanya sebatas tugas sekolah, tetapi telah diakui secara hukum sebagai karya intelektual.
Kepala SMP Negeri 1 Palu, Yusri, mengatakan tradisi menulis buku sudah menjadi program rutin di sekolah tersebut.
“Hampir setiap tahun ada karya anak-anak berbentuk buku. Belasan siswa sudah mengantongi hak cipta,” kata Yusri saat ditemui di Palu.
Ia menjelaskan pihak sekolah secara aktif berkoordinasi dengan kantor Kemenkumham setempat untuk membantu proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) karya siswa.
Bahkan, pihak Kemenkumham telah dua kali datang langsung ke sekolah untuk memproses pendaftaran hak cipta karya para pelajar.
Karya yang dihasilkan siswa cukup beragam, mulai dari buku fiksi, nonfiksi hingga karya ilmiah yang lahir dari berbagai lomba literasi.
Menurut Yusri, karya-karya tersebut kemudian dihimpun dan diterbitkan menjadi buku agar dapat dibaca oleh warga sekolah dan masyarakat.
“Kami kumpulkan karya ilmiah anak-anak, lalu dijadikan buku untuk dipatenkan sekaligus,” ujarnya.
Ia juga menyebut salah satu siswa dalam waktu dekat akan mengikuti kegiatan tingkat nasional di Bandung.
Distribusi buku karya siswa dilakukan secara mandiri di lingkungan sekolah sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas pelajar.
“Buku-buku itu diterbitkan lalu dibeli oleh guru dan siswa sebagai bentuk dukungan terhadap intelektualitas anak didik kami,” kata Yusri.
Program ini diharapkan dapat terus mendorong budaya literasi di kalangan pelajar serta memotivasi siswa untuk berani menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.***
Editor : Muhammad Awaludin