Anggaran Pendidikan Dipangkas Rp111 Miliar, Wagub Reny Pastikan Kuota Berani Cerdas Tak Berubah

Annisa Wibdy • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 09:11 WIB
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido. FOTO: Annisa Nurul Wibdy.
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido. FOTO: Annisa Nurul Wibdy.

RADAR PALU - Pemotongan anggaran pemerintah pusat terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) turut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya dalam menjaga keberlanjutan program pendidikan daerah.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah Reny Lamadjido mengatakan penyesuaian anggaran tersebut memang berpengaruh terhadap sejumlah program karena terdapat komponen belanja pendidikan yang harus tetap dipenuhi pemerintah daerah.

“Iya, sangat berpengaruh karena dari angka itu selain tadi disebut itu itu sudah termasuk gaji guru dan paling utama itu adalah Berani Cerdas,” kata Reny saat ditemui setelah rapat paripurna. Rabu, (16/9/2026). 

Baca Juga: MCSP dan SPI Morut Merah, Wabup Kejar OPD

Meski anggaran mengalami penyesuaian, Reny memastikan kondisi tersebut tidak berdampak pada jumlah kuota penerima beasiswa Berani Cerdas. Program tersebut tetap diarahkan untuk menjangkau mahasiswa sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Menurut Reny, penerima Berani Cerdas untuk jenjang S1 tetap terbuka bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

“Tidak, tidak mempengaruhi. Jadi kita sudah mau apa namanya, S1, S2, S3. Jadi tidak tidak semua mahasiswa yang namanya mahasiswa yang mau ambil S1 sepanjang itu universitasnya bekerja sama dengan kita pemerintah provinsi maka itu akan direkrut. Yang pertama, yang kedua harus KTP-nya sudah terdaftar. Iya,” jelasnya.

Baca Juga: Wabup Morut Tekan OPD Tuntaskan Temuan BPK

Selain terdaftar dalam ketentuan administrasi, calon penerima juga diwajibkan memasukkan data melalui aplikasi Berani Cerdas. Sementara untuk jenjang S2 dan S3, penerimaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

“Yang ketiga, dia harus memasukkan di dalam aplikasi Berani Cerdas supaya dia tahu kira-kira apa. Itu S1 ya. Tapi kalau S2 dan S3 tiga ada jurusan yang memang kita khususkan sesuai dengan kebutuhan masing-masing daerah baik provinsi maupun kabupaten kota. Iya. Jadi tidak semua. Tidak semua jurusan ya,” ujarnya.

Terkait angka pemangkasan anggaran Dinas Pendidikan yang disebut mencapai sekitar Rp111 miliar, Reny membenarkan adanya penyesuaian tersebut. Menurutnya, kebutuhan anggaran Berani Cerdas juga meningkat karena mahasiswa penerima program melanjutkan semester berikutnya.

Baca Juga: Ditlantas Polda Sulteng Gelar Aksi Donor Darah, Ratusan Peserta Turut Berpartisipasi

“Iya, memang kita memang menganggarkan karena begini prinsipnya kalau sudah diterima tahun lalu kita harus tambah di semester ini dibuat dua semester ya. Jadi kalau tahun lalu dia dua sekarang empat. Nah, kenapa yang masuk di semester satu yang lalu itu dua. Nanti di semester ini dia dua semester lagi jadi harus dia empat, empat kali. Sampai dia selesai. Tapi tetap kami mengawasi melalui universitas,” katanya.

Reny mengatakan mekanisme pembayaran beasiswa dilakukan melalui fakultas di perguruan tinggi masing-masing. Skema tersebut diterapkan agar pemerintah dapat memantau penerima sekaligus mencegah adanya penerimaan bantuan pendidikan secara ganda.

“Makanya pembayarannya semua dia punya aturan itu semua lewat fakultasnya di universitas masing-masing. Kenapa? Supaya pembayaran itu kita tahu dia sudah dapat enggak dari di tempat yang lain. Kalau sudah dapat tempat lain enggak boleh lagi dapat biaya dari pemerintah provinsi untuk Berani Cerdasnya. Karena kalau dobel jadi temuan ya,” jelasnya.

Baca Juga: Polda Sulteng Gelar Lomba Melukis Mural dalam Rangka Hari Lalu Lintas Bhayangkara

Di sisi lain, Reny menyambut baik adanya persetujuan pengajuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dari DPR RI yang diarahkan untuk dialihkan pembiayaannya melalui APBN. Menurutnya, kebijakan tersebut dapat membantu pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan belanja pegawai.

“Oh iya, kita kita sih sangat bersyukur sekali ya. Kalau ada memang pengalihan seperti begitu kita sangat mengharapkan sebenarnya. Pengalihan ke APBN. Mudah-mudahan dengan kementerian menteri keuangan yang baru banyak kebijakan-kebijakan yang ada di daerah.” pungkasnya.

Editor : Annisa Wibdy
Wakil Gubernur apbn beasiswa sulteng Pemprov Sulteng Berani Cerdas