RADARPALU – Semen Padang FC membidik momentum kebangkitan saat menjamu Madura United FC pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Rabu (29/4) pukul 15.30 WIB.
Kabau Sirah bertekad mengakhiri tren negatif setelah menelan empat kekalahan beruntun.
Situasi Semen Padang saat ini cukup kritis. Tim asuhan Imran Nahumarury masih terjebak di zona degradasi, tepatnya peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin. Mereka tertinggal enam angka dari Madura United yang berada satu tingkat di atas.
Baca Juga: Jika Menang Lawan PSG, Bayern Menyamai Rekor 12 Kemenangan Milik Real Madrid di UCL
Produktivitas dan pertahanan menjadi sorotan utama. Dalam empat laga terakhir, Semen Padang hanya mencetak satu gol dan kebobolan sembilan kali.
Bahkan, pada dua pertandingan terakhir, mereka gagal mencetak gol dan harus kebobolan lima kali.
Pelatih Imran Nahumarury mengakui sejumlah kelemahan timnya, terutama dalam penyelesaian akhir dan lini pertahanan. Namun, ia menegaskan persiapan telah dilakukan untuk memperbaiki kekurangan tersebut.
Baca Juga: Salurkan Gerobak Usaha ke Keluarga Warga Binaan di Hari Bakti Pemasyarakatan
“Kita bermain di kandang dan butuh kemenangan. Finishing dan pertahanan jadi fokus utama yang sudah kami benahi,” ujar Imran dalam sesi pre-match.
Ia juga menekankan pentingnya mentalitas dan semangat juang pemain dalam menghadapi laga krusial ini. Menurutnya, peluang bertahan di kasta tertinggi masih terbuka lebar jika tim mampu memaksimalkan sisa pertandingan.
“Lima laga terakhir adalah final bagi kami. Tidak cukup hanya bicara, harus dibuktikan di lapangan,” tegasnya.
Namun, Semen Padang belum bisa tampil dengan kekuatan penuh. Sejumlah pemain masih absen, termasuk Alhassan Wakaso. Selain itu, bek andalan Angelo Meneses juga harus menepi akibat akumulasi kartu kuning.
Dengan tiga laga kandang tersisa, Semen Padang diharapkan mampu memaksimalkan keuntungan bermain di hadapan pendukung sendiri demi menjaga asa bertahan di BRI Super League.(*)
Editor : Mugni Supardi