RADAR PALU - Gunung Semeru kembali erupsi pada Selasa (14/4) pagi, dengan kolom abu mencapai 1.500 meter di atas puncak dan awan panas meluncur hingga 3 kilometer.
Letusan pertama terjadi pukul 05.22 WIB. Kolom abu terpantau setinggi sekitar 1.500 meter atau 5.176 mdpl.
Awan panas guguran turut menyertai erupsi dengan arah luncur ke sektor tenggara.
Baca Juga: Dishub Palu Luruskan Isu Pencabutan Larangan Parkir di Jalan Hasanuddin
Petugas Pos Pengamatan Semeru, Sigit Rian Alfian, menyebut abu vulkanik berwarna kelabu terlihat tebal dan condong ke arah barat.
Aktivitas erupsi juga terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi lebih dari tiga menit.
Erupsi kembali terjadi pukul 06.03 WIB. Tinggi kolom abu tercatat sekitar 1.000 meter di atas puncak.
Baca Juga: DPRD Poso Dorong Infrastruktur dan Investor Masuk
Arah sebaran abu mengarah ke barat daya, dengan amplitudo 22 mm selama lebih dari dua menit.
Meski aktivitas meningkat, status Semeru masih berada di Level III atau Siaga.
Awan panas dilaporkan masih berada dalam zona berbahaya dan belum mendekati permukiman warga.
Namun, masyarakat diminta tetap waspada.
Warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga diminta menjauhi bantaran sungai sejauh 500 meter karena potensi banjir lahar.
Ancaman lain yang perlu diwaspadai meliputi awan panas, guguran lava, serta banjir lahar di aliran sungai berhulu dari puncak.***
Editor : Muhammad Awaludin