
RADAR PALU - Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Senin (21/9/2026), sempat memanas setelah massa berhasil melewati gerbang dan berupaya masuk ke area gedung DPRD Sulteng.
Situasi tersebut terjadi ketika massa mahasiswa yang menyampaikan aspirasi terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan di sekitar pintu masuk Gedung DPRD Sulteng.
Dalam situasi itu, sejumlah mahasiswa mengaku mengalami tindakan pemukulan saat berupaya menembus masuk ke dalam gedung DPRD Sulteng.
Baca Juga: Aliansi Mahasiswa Palu Bawa 14 Tuntutan, Desak DPRD Buka Audiensi Langsung
Kapolresta Palu Kombes Pol. Hari Rosena, S.H., S.I.K., M.Si., membenarkan adanya situasi dorong-dorongan antara massa aksi dan aparat saat pengamanan berlangsung.
Menurut Hari, kondisi mulai memanas karena adanya provokasi dan dorongan dari massa. Ia menyebut jumlah koordinator lapangan (korlap) yang cukup banyak turut membuat situasi di depan gedung menjadi kurang tertib.
“Provokasi, panas. Ada yang menurunkan, ada yang memberikan orasi terkait apa yang mereka aspirasikan,” kata Hari saat ditemui di DPRD Sulteng.
Baca Juga: IMIP dan PWI Sulteng Bahas Kolaborasi Jurnalistik Lingkungan dan Industri
Ia menjelaskan, situasi kemudian berkembang menjadi aksi saling dorong. Dari sisi aparat di dalam gedung, tindakan tersebut dikhawatirkan dapat berujung pada kerusakan fasilitas.
“Yang jadi masalah ada tadi korlapnya kebanyakan, jadi mereka dorong-dorong, akhirnya kan tidak tertib. Dari dalam pun dorong, takutnya merusak dan sebagainya,” ujarnya.
Terkait pengakuan mahasiswa yang menyebut adanya pemukulan, Hari mengatakan dirinya tidak melihat secara langsung kejadian tersebut karena berada di posisi yang berbeda saat insiden berlangsung.
Baca Juga: Delapan Ranperda Sulteng 2027, dari Bantuan Hukum hingga PAD
“Korban pemukulan, memang tadi ada dorong ya, entah itu mukul atau dorong. Saya tadi di sebelah kanan, saya tidak terlihat,” jelasnya.
Hari mengatakan pihak kepolisian tetap akan menerima apabila mahasiswa membuat laporan terkait dugaan tindakan tersebut. Rekaman video, kata dia, dapat menjadi bahan untuk melihat secara lebih jelas apa yang terjadi dalam insiden tersebut.
“Kalau memang ada pemukulan atau apa, nanti kita juga lihat videonya,” katanya.
Baca Juga: Bapemperda DPRD Sulteng Bahas 8 Raperda, Penugasan Dibagi ke Komisi
Ia menegaskan, apabila terdapat laporan mengenai tindakan aparat, pihaknya akan melakukan pengecekan untuk mengetahui apakah tindakan tersebut sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pengamanan aksi.
“Kalau memang ada laporan, kita lihat apakah ini keluar dari SOP atau tidak,” tegas Hari.
Aksi diwarnai desakan mahasiswa agar dapat bertemu langsung dengan pimpinan DPRD Sulteng untuk menyampaikan aspirasi mereka.
Baca Juga: Jalan Tagolu–Tentena Buka-Tutup Mulai 24 September, Catat Jadwalnya
Editor : Annisa Wibdy