RADAR PALU – Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona, menuntut Pemerintah Kota Palu segera membentuk tim khusus untuk mengusut tuntas dugaan kasus pelecehan seksual terhadap sejumlah siswi Sekolah Dasar di Kecamatan Tatangan yang dilakukan oknum guru honorer P3K berinisial RBY. Pelaku saat ini telah ditahan oleh kepolisian.
Menurut Mutmainah, kasus ini harus menjadi perhatian serius karena dikhawatirkan korban kekerasan seksual terhadap anak akan terus bertambah.
“Pemkot melalui Dinas Pendidikan, DP3A, serta UPTD PPA harus segera melakukan konseling secara berkala untuk memitigasi luka batin para korban,” ujarnya.
Baca Juga: Guru P3K Diduga Cabuli Tiga Siswi SD di Palu, Polisi Lakukan Proses Penyelidikan
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat peran keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam pemulihan dan tumbuh kembang anak-anak korban.
Terkait penegakan hukum, Mutmainah mendesak Wali Kota Palu untuk memberikan sanksi tegas. “Saya meminta Pak Wali Kota melalui BKAD Kota Palu memberhentikan secara tidak hormat pelaku jika terbukti melakukan kekerasan seksual terhadap anak,” tegasnya.
Ia pun meminta dilakukan penelusuran mendalam apakah pelaku memiliki orientasi seksual menyimpang berupa pedofilia atau bahkan indikasi sebagai predator seksual anak.
Lebih lanjut, Mutmainah memberi peringatan keras kepada pemerintah daerah agar lebih ketat dalam proses penerimaan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN.
Ia juga mendorong perluasan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan kekerasan seksual, termasuk memasukkannya sebagai bagian dari pendidikan ekstra kurikuler di sekolah.
Baca Juga: Sekolah Musik Indonesia Hadir di Palu, Bawa Pembelajaran Musik Berbasis Teknologi
Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan profesi guru yang seharusnya menjadi pelindung anak.
Mutmainah berharap penanganan yang cepat dan komprehensif dapat mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang serta memberikan rasa keadilan bagi para korban dan keluarganya.
Editor : Wahono.