Menkop Ajak Mahasiswa Jadikan Koperasi Wadah Usaha Kolektif dan Inovasi Ekonomi

Rina Abd Halik • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 11:18 WIB
Menteri Koperasi (Kemenkop) Ferry Juliantono. (DOK: KEMENKOP)
Menteri Koperasi (Kemenkop) Ferry Juliantono. (DOK: KEMENKOP)

RADAR PALU – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono mengajak mahasiswa dan generasi muda menjadikan koperasi sebagai wadah usaha kolektif, pencipta lapangan kerja, sekaligus penggerak ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Ferry dalam acara Talkshow Indonesia Punya Kamu Universitas Andalas dengan tema Think Bigger, Build Together: Mahasiswa dan Masa Depan Koperasi Indonesia di Padang, Selasa (15/9/2026).

Menurut Ferry, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat diarahkan untuk mendukung mahasiswa dan generasi muda. Sementara itu, koperasi mahasiswa di lingkungan kampus dapat menjadi laboratorium bisnis bagi mahasiswa.

Baca Juga: Komisi III DPRD Sulteng Soroti Kelangkaan BBM, Distribusi Diminta Diperbaiki

Ferry menyebut KDKMP sebagai game changer dalam transformasi ekonomi nasional, khususnya di desa. Program tersebut dirancang bukan sekadar sebagai instrumen kebijakan, tetapi untuk mengubah peran koperasi dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Menkop menekankan, KDKMP lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

“Tekad kuat dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengubah wajah desa menjadi lebih kuat dan berdaya saing hanya dapat dilakukan melalui koperasi,” kata Ferry dalam sambutannya.

Baca Juga: MCSP dan SPI Morut Merah, Wabup Kejar OPD

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait pemberdayaan koperasi dalam pemenuhan keamanan, khasiat/manfaat, dan mutu sediaan farmasi serta pangan olahan.

Turut hadir Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi, Kepala BPOM Taruna Ikrar, Wali Kota Padang Fadly Amran, Direktur Utama Garuda TV Fahmi M. Anwari, serta Kepala Dinas Koperasi Sumatera Barat Endrizal.

Ferry menambahkan, KDKMP akan menjadi pusat distribusi barang subsidi sekaligus offtaker produk UMKM desa. Dengan demikian, koperasi desa tidak hanya berfungsi sebagai penyalur, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi lokal.

Baca Juga: IKM Kosmetik Indonesia Tembus Pasar Papua Nugini, Ekspor Parfum dan Gel Rambut Capai Rp707 Juta

Dalam mandatnya, KDKMP juga akan menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam menyalurkan sejumlah program sosial seperti bantuan sosial (bansos), Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Keluarga Harapan (PKH), dan lainnya.

Kementerian Koperasi juga berkomitmen mendorong digitalisasi dan tata kelola koperasi agar tidak hanya bergerak di bidang simpan pinjam, tetapi masuk ke sektor produksi, distribusi, hingga industri kreatif.

Ferry mendorong koperasi di Padang, terutama koperasi di lingkungan kampus seperti Universitas Andalas, menjadi tempat bagi mahasiswa untuk menempa diri dan mengembangkan kemampuan.

Menutup sambutannya, Ferry menekankan kebangkitan koperasi merupakan tugas sejarah yang harus dikoneksikan lintas generasi. Ia berharap cita-cita Bung Hatta dapat diteruskan mahasiswa dan generasi muda sehingga koperasi kembali menjadi pilar utama perekonomian Indonesia.

Baca Juga: SPI Tolak Ekspansi PT BMM di Soyo Jaya

“Kita akan menyerahkan estafet (pembangunan koperasi) supaya cita-cita Bung Hatta bisa dijalankan terus di negara kita ini ke tangan generasi muda dan para mahasiswa semuanya,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas Efa Yonnedi mengapresiasi kerja keras pemerintah dalam mendukung pemerataan ekonomi masyarakat hingga ke desa.

Sebagai akademisi, Universitas Andalas berkomitmen terus mengembangkan inovasi dan riset untuk mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan peningkatan daya saing dan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga: Wabup Morut Tekan OPD Tuntaskan Temuan BPK

Efa menyebut Universitas Andalas telah menghasilkan sejumlah inovasi yang dapat menjadi instrumen pendukung program pemerintah. Salah satunya tinta organik dari tanaman gambir yang pada 2024 diproduksi hingga 1 juta botol dan digunakan di lebih dari 60 persen TPS (Tempat Pemungutan Suara) di seluruh Indonesia.

Selain itu, Universitas Andalas juga melakukan riset bioteknologi kesehatan dengan menghasilkan lebih dari 35 produk reagen, termasuk tes cepat untuk TBC dan HIV yang kini tersedia di marketplace dan e-katalog.

“Universitas Andalas berkomitmen untuk menjadi mitra dan men-support program-program pemerintah sesuai kapasitas kami sebagai warga pendidikan tinggi. Kami akan terus mengawal Indonesia menuju negara maju 2045 melalui riset dan inovasi yang bermanfaat bagi kemandirian bangsa,” tandasnya.***

Editor : Rina Abd Halik
Menteri Koperasi Kopdes koperasi umkm mahasiswa