RADARPALU - PT Pegadaian Area Palu tidak hanya memberikan layanan sunatan massal kepada 122 anak pada pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) tahun ini, tetapi juga memperkuat edukasi literasi keuangan melalui pembukaan Tabungan Emas bagi seluruh peserta.
Deputy Bisnis PT Pegadaian Kantor Area Palu, Putra Aspin Rahmatullah, mengatakan setiap peserta mendapatkan pembukaan Tabungan Emas Pegadaian secara gratis beserta saldo awal sebesar Rp10 ribu.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya mengenalkan kebiasaan menabung emas sejak usia dini.
Baca Juga: DPRD Palu Matangkan Ranperda STBM, Perkuat Aturan Sanitasi Berbasis Masyarakat
“Semua anak-anak di sini sudah dibukakan tabungan emas. Kami kasih gratis Rp10 ribu. Jadi sejak kecil mereka sudah diajarkan bagaimana menabung emas mulai sejak dini,” ujarnya kepada Radar Palu saat ditemui pada Senin (29/6/2026).
Menurut Putra, selain anak-anak, orang tua peserta juga diberikan edukasi mengenai mekanisme menabung emas di Pegadaian.
Sebagai bagian dari persyaratan program, orang tua diminta menginstal aplikasi Tring agar dapat memahami proses pembukaan hingga pengisian saldo Tabungan Emas.
Baca Juga: Pegadaian Palu Khitan 122 Anak, Peserta Dapat Tabungan Emas Gratis
“Pembukaan tabungan emasnya kami gratiskan bahkan kami isi Rp10 ribu. Supaya juga ada edukasi untuk mereka. Kami minta mengisi saldo lagi sehingga mereka paham alur menabung itu semudah ini,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, edukasi tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menabung emas sejak dini sekaligus meningkatkan pemahaman keluarga mengenai kemudahan berinvestasi melalui Tabungan Emas Pegadaian.
Pelaksanaan sunatan massal tahun ini diikuti sebanyak 122 anak. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai 40 peserta.
Kegiatan juga dimajukan dari jadwal sebelumnya yang biasa dilaksanakan pada September atau Oktober menjadi Juni agar bertepatan dengan masa libur sekolah.
Menurut Putra, sebagian peserta merupakan anak-anak yang sebelumnya menerima bantuan perlengkapan sekolah melalui program CSR Pegadaian di SD Duyu dan SD Inpres Kota Palu.
Mereka diprioritaskan karena berasal dari keluarga kurang mampu, sementara peserta lainnya berasal dari nasabah existing dan masyarakat dari golongan kurang mampu.
Baca Juga: Anwar Hafid Ajak Kampus Jadi Mitra Riset, KKN Diminta Fokus Petakan Kebutuhan Masyarakat
Ke depan, Pegadaian berharap program tersebut tidak hanya membantu masyarakat dalam pelaksanaan sunatan, tetapi juga memberikan pemahaman kepada anak-anak dan orang tua mengenai pentingnya membangun kebiasaan menabung emas sejak usia dini.
“Harapan kami semua anak-anak ini terbantu. Sunat itu satu kali seumur hidup sehingga pasti akan teringat. Tetapi yang lebih penting mereka tahu sunat di Pegadaian dan juga mendapat pembelajaran bahwa ternyata bisa menabung emas mulai dari Rp10 ribu. Ini juga menjadi edukasi bagi orang tua agar sejak dini membiasakan anak-anak menabung emas,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang rang tua peserta, Nurkaimah menambahkan bahwa dirinya merasa terbantu dan mengapresiasi atas pelaksanaan sunatan massal yang dilaksanakan oleh PT. Pegadaian Area Palu. Dirinya berharap agar kegiatan tersebut rutin diadakan setiap tahunnya.
Baca Juga: Wagub Sulteng Minta Kepala OPD Tinggalkan Pola Kerja Seremonial, Fokus pada Hasil
“Sangat membantu, membantu orang tua. Biayanya gratis dan persyaratannya juga mudah,” tandasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi