RADAR PALU - PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) terus memperkuat kontribusinya dalam mendukung sektor strategis di Sulawesi Tengah, khususnya pertambangan dan pertanian, melalui berbagai produk perlindungan asuransi yang menyentuh dunia usaha hingga masyarakat tani.
Branch Manager PT Jasindo Cabang Palu, Agus Hendra Rangi, mengatakan bahwa Jasindo merupakan perusahaan asuransi umum (general insurance) yang berada di bawah Indonesia Financial Group (IFG).
Jasindo telah berpengalaman panjang di bidang asuransi sejak sebelum Indonesia merdeka dan dinaturalisasi menjadi perusahaan milik negara pada tahun 1973.
“Produk Jasindo sangat beragam, mulai dari asuransi di udara seperti asuransi pesawat terbang dan satelit, di laut seperti kapal dan kargo, di darat seperti aset perkantoran dan alat berat, hingga di bawah bumi seperti asuransi sektor migas,” jelas Hendra.
Di Sulawesi Tengah, Jasindo banyak terlibat dalam mendukung aktivitas pertambangan. Menurut Agus, sektor pertambangan di wilayah ini membutuhkan perlindungan asuransi terhadap berbagai risiko, mulai dari alat berat, kapal pengangkut hasil tambang, hingga pengiriman kargo.
“Jasindo hadir untuk mendukung kebutuhan asuransi di perusahaan-perusahaan tambang, baik alat berat, kapal, maupun pengiriman hasil tambang,” katanya.
Selain sektor pertambangan, Jasindo juga aktif menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah. Saat ini, Jasindo telah membangun kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sigi, Morowali, dan Poso, khususnya terkait program asuransi pertanian.
“Sebagai BUMN, kami juga punya tanggung jawab untuk bersinergi dengan pemerintah daerah, salah satunya melalui program asuransi pertanian yang menyentuh langsung masyarakat,” ungkap Agus.
Melalui sektor pertanian tersebut Agus menambahkan bahwa di dalam sektor tersebut pihaknya menjamin ketika terjadinya gagal panen yang kemungkinan disebabkan oleh kekeringan, banjir serta gangguan organisme pengganggu tanaman.
“Jadi kalau misalnya mereka terjadi gagal panen akibat dari beberapa yang saya sebutkan itu Jasindo dapat mengcover per hektar itu di harga enam juta rupiah,” ungkapnya.
Dirinya mengatakan bahwa program tersebut merupakan hal yang tentunya perlu untuk didukung dan mendapatkan atensi dari pemerintah daerah.
“Kita berharap kedepannya bisa lebih memanfaatkan program ini. Dan untuk mendapatkan asuransi ini tentunya harus masuk kedalam kelompok tani kemudian memiliki luasan lahan dua hektare dan nanti akan ada aplikasi yang nantinya bisa diakses oleh Jasindo untuk diverifikasi,” jelasnya.(rna)
Editor : Mugni Supardi