RADAR PALU - Bank Syariah Indonesia (BSI) terus menghadirkan berbagai kemudahan bagi masyarakat, khususnya di Kota Palu, melalui beragam produk pembiayaan yang sesuai prinsip syariah. Hal ini disampaikan oleh Manager Mikro dan Pawning BSI Area Palu, Inhar Ramli, dalam kegiatan sosialisasi pembiayaan BSI di Palu.
Dalam kesempatan tersebut, Inhar Ramli memaparkan sejumlah produk unggulan BSI yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, mulai dari pembiayaan kepemilikan rumah, pra-pensiun, mikro usaha, hingga pembiayaan logam mulia (emas).
"Kami di BSI sudah bekerja sama dengan hampir semua developer yang ada di Kota Palu. Masyarakat tinggal memilih lokasi perumahan yang diinginkan, baik di Palu Timur, Palu Barat, maupun daerah lainnya," ujar Inhar pada Rabu (15/10/2025).
Ia menyebutkan, saat ini harga satu unit rumah hanya sekitar Rp173 juta, dengan cicilan ringan sekitar Rp1,3 juta per bulan dan uang muka (DP) sebesar 1 persen. Program ini menjadi salah satu keunggulan BSI dalam memberikan akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Selain pembiayaan rumah, BSI juga menyediakan program pembiayaan pra-pensiun bagi ASN atau karyawan yang akan memasuki masa pensiun. Melalui program ini, nasabah dapat memperoleh pembiayaan hingga Rp350 juta dengan proses yang mudah dan cepat.
"Yang mau pensiun 5 tahun lagi atau 10 tahun lagi bisa mendapatkan pembiayaan pra-pensiun. Semua prosesnya insya Allah mudah dan sesuai prinsip syariah," jelasnya.
Untuk sektor usaha, BSI juga memiliki pembiayaan mikro bagi masyarakat yang memiliki usaha kecil seperti warung, kios campuran, atau usaha perdagangan lainnya.
Selain itu, bagi masyarakat yang ingin memiliki kendaraan, BSI juga menyediakan produk BSI Auto. Melalui kerja sama dengan berbagai dealer mobil, masyarakat dapat mengajukan pembiayaan mobil baru, bahkan menukar mobil lamanya dengan kendaraan baru.
Menariknya, BSI juga menawarkan program kepemilikan emas (logam mulia) yang kini menjadi salah satu produk paling diminati masyarakat.
"Emas hari ini justru masih tergolong murah. Sekarang satu gram sekitar Rp2.376.000. Banyak nasabah yang sudah memiliki hingga 25 gram emas," tuturnya.
Ia menjelaskan, nilai emas cenderung mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pada 2005, harga 100 gram emas sekitar Rp10 juta, sementara pada 2015 naik menjadi Rp51 juta, dan pada 2025 mencapai sekitar Rp159 juta.
"Kepemilikan emas adalah bentuk investasi yang aman dan sesuai syariah. Kami ingin masyarakat bisa menabung dan berinvestasi dengan cara yang halal," tambahnya.
Selain itu, Inhar Ramli menegaskan bahwa seluruh program pembiayaan BSI dirancang untuk memberikan kemudahan, kecepatan, dan keberkahan bagi masyarakat.
"Insya Allah, semua produk yang kami tawarkan ini adalah solusi terbaik, mudah, dan sesuai prinsip syariah," tutupnya.(***)
Editor : Mugni Supardi