Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Curhat Guru di Palu: Hadapi Siswa Broken Home dengan ‘Journaling’

A
Penulis: Ade Safitri❯
JOURNEY SISWA  Nia Selviani Fatlolona bersama para muridnya menunjukkan sudut baca dan area “student journey” di dalam kelas sebagai media membangun karakter dan kepercayaan diri siswa.
JOURNEY SISWA Nia Selviani Fatlolona bersama para muridnya menunjukkan sudut baca dan area “student journey” di dalam kelas sebagai media membangun karakter dan kepercayaan diri siswa.

Advertisement

RADAR PALU – Mengajar bagi Nia Selviani Fatlolona bukan sekadar menyampaikan pelajaran di depan kelas. Baginya, sekolah juga harus menjadi tempat aman bagi anak-anak yang datang dengan luka dari rumah.

Wali kelas 5 di SDN 1 Talise itu memahami tidak semua siswanya tumbuh dalam lingkungan keluarga yang utuh dan hangat. Sebagian anak bahkan datang ke sekolah sambil memendam masalah pribadi.

“Anak-anak saya itu sebagian besar kekurangan kasih sayang di rumah. Karena faktor ekonomi, faktor keluarga orang tua yang sudah broken,” ungkap Nia lirih. 

Menurutnya, kondisi keluarga sangat memengaruhi perilaku dan semangat belajar anak di sekolah. Banyak siswa sulit fokus saat belajar, mudah marah, hingga mencari perhatian guru dengan berbagai cara.

“Ada yang maunya bermain terus, ada juga yang sebenarnya cuma ingin diperhatikan,” katanya.

Advertisement

Menghadapi kondisi itu, Nia memilih pendekatan berbeda. Ia menerapkan metode Student Journey atau journaling di dalam kelasnya. 

Di salah satu sudut baca kelas, tersimpan catatan perjalanan setiap siswa selama satu semester. Melalui jurnal tersebut, siswa diminta menuliskan target, mimpi, perasaan hingga perkembangan diri mereka.

Metode itu ternyata memberi dampak besar. Saat siswa mulai kehilangan motivasi atau berperilaku negatif, Nia cukup mengajak mereka membaca kembali tulisan yang pernah mereka buat sendiri.

“Kalau mereka mulai berubah atau kehilangan semangat, saya ajak lihat lagi goals mereka,” ujarnya.

Pendekatan sederhana itu perlahan membangun keberanian dan kejujuran siswa. Anak-anak yang sebelumnya tertutup mulai berani berbicara dan mengakui kesalahan tanpa tekanan.

Advertisement

Artikel Terkait

Kisah Mantan Waria Warnai Aksi Penolakan LGBT di Palu

Kisah Mantan Waria Warnai Aksi Penolakan LGBT di Palu

Seorang mantan waria membagikan perjalanan hidupnya saat aksi penolakan LGBT yang digelar di Taman Vatulemo, Kota Palu.

Cara SDN 1 Talise Palu Asah Mental Siswa: Baca Buku Lalu Orasi!

Cara SDN 1 Talise Palu Asah Mental Siswa: Baca Buku Lalu Orasi!

Tak sekadar membaca, SDN 1 Talise Palu wajibkan siswa tampil di depan kelas setiap Selasa. Cara ampuh latih public speaking!

Siap-siap! SDN 1 Talise Palu Buka 2 Kelas Baru, Masuknya Gratis!

Siap-siap! SDN 1 Talise Palu Buka 2 Kelas Baru, Masuknya Gratis!

Kabar gembira! SDN 1 Talise Palu bakal buka dua rombel kelas baru di tahun ajaran ini. Pendaftaran dipastikan gratis tanpa tes.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer