RADAR PALU – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ampana Kota, Kabupaten Tojo Una-Una, Senin (29/6/2026), mengakibatkan banjir yang merendam ruas jalan utama di Desa Saluaba dan Desa Buntongi.
Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 Wita. Luapan air menggenangi akses jalan akibat tingginya debit air setelah hujan dengan intensitas tinggi.
Di Desa Saluaba, genangan air menutupi sekitar 400 meter badan jalan dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Sementara di Desa Buntongi, banjir menggenangi sekitar 200 meter ruas jalan dengan ketinggian air yang juga mencapai lutut orang dewasa.
Baca Juga: Kebijakan DBH Minerba Dinilai Timpang, Sahran Raden Usulkan Judicial Review
Meski sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan lalu lintas di lokasi, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi akibat kejadian tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Tojo Una-Una langsung turun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi guna memantau perkembangan situasi.
Hasil pemantauan menunjukkan hujan telah reda sehingga debit air mulai berangsur surut. Kondisi di lokasi terus dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya genangan susulan apabila curah hujan kembali meningkat.
Baca Juga: DPRD Kota Palu Usulkan Parkir Gratis untuk Keluarga Pasien Rawat Inap RSUD Anutapura
Dalam laporan BPBD, salah satu kebutuhan mendesak yang menjadi perhatian adalah perbaikan sistem drainase di kawasan terdampak. Upaya tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko genangan saat hujan deras terjadi di kemudian hari.
Pemerintah daerah bersama BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memicu banjir di wilayah rawan.
Laporan kejadian ini bersumber dari Tim Reaksi Cepat dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah bersama BPBD Kabupaten Tojo Una-Una, yang terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di lapangan.***
Editor : Muhammad Awaludin