Meski demikian, perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan dan ekspor gas cair ini, tidak menutup diri kepada publik yang ingin melihat dari dekat operasional PT DSLNG.
Hal ini terbukti saat kunjungan sejumlah jurnalis dari Jakarta, Kota Palu, Parimo dan Kabupaten Banggai, Jumat (26/9/2025).
Kunjungan yang dilakukan, merupakan rangkaian kegiatan Pelatihan Keamanan Holistik Jurnalis yang digelar sejak Kamis (25/9/2025) hingga Sabtu (27/9/2025) di Luwuk, Kabupaten Banggai.
Setibanya di site milik PT DSLNG, yang terletak di Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai, protokol keamanan ketat pun tetap diikuti para jurnalis. Sebelumnya, identitas seluruh jurnalis terlebih dahulu dicatat dan kemudian diberikan kartu akses khusus.
Kartu akses ini lah yang digunakan untuk melintas di gerbang utama PT DSLNG dengan cara taping atau menempelkan kartu di alat khusus yang ada digerbang masuk. Tidak hanya itu, karyawan maupun tamu juga harus melewati pintu metal detector, untuk mengantisipasi adanya barang-barang berbahaya bisa masuk ke area site DSLNG.
“Tidak hanya tamu, kami pun karyawan kalau tidak pegang kartu akses ini juga tidak bisa masuk. Ketika pulang kartu akses juga kembali ditaping,” ungkap Public and Media Relations Officer DLSNG, Reski Sululing, yang menyambut rombongan jurnalis.
Puluhan jurnalis ini kemudian bergerak menggunakan bus milik DSLNG menuju Recration Hall. Di gedung tempat berbagai sarana hiburan dan kebugaran itu, sejumlah petinggi DSLNG pun menyambut dengan hangat. Mereka di antaranya, Senior Manager Relation and Communication, Agustinus Poluakan, Plant General Manager, Johar Ahadi,External Communication Supervisor, Rahmat Azis, Environment Team Leader, Samsudin, Corporate Security Manager, M Ali Wiryawan serta Security Officer, Achmad Aryo Wibowo.
Agustinus Poluakan yang menyampaikan sambutan selamat datang, mengaku sangat senang bisa dikunjungi langsung oleh jurnalis. Dia berharap, informasi selama ini yang di dengar dari luar bisa langsung dikroscek sendiri para jurnalis yang datang berkunjung.
“Kami secara terbuka ingin kawan-kawan jurnalis melihat dari dekat operasional kami tanpa ada yang ditutup-tutupi silahkan lihat langsung, dan tanyakan kepada kami bila ada informasi yang mungkin kawan-kawan masih dengar sepihak, agar semuanya bisa terang dan informasinya bisa utuh diterima masyarakat,” jelas Agustinus.
Sementara itu, Plant General Manager, Johar Ahadi menjelaskan secara umum proses atau pun operasioal PT DSLNG. Sejak pertama beroperasi di 2015, PT DSLNG, kata dia, selalu berkomitmen mematuhi segala aturan yang berlaku di Negara ini. Dia juga menyebutkan, terkait kepemilikan DSLNG, terdiri dari tiga kelompok usaha. Masing-masing, Sulawesi Development Ltd (Mitsubishi Corporation dan Korea Gas Corportion) dengan kepemilian saham 59,9 persen, PT Pertamina Hulu Energi 29 persen, serta PT Medco LNG Indonesia 11,1 persen.
Johar menjelaskan terkait posisi DSLNG, dalam rantai industri migas. Ada tiga segmen usaha utama dari industri migas. Yakni, upstream , midstream dan downstream. Di segmen upstream, produksi gas dihasilkan dari dua blok, yakni Blok Senoro yang berada di Toili, dikelola oleh JOB PMTS serta Blok Matindok yang dikelola MGDP.
“Sementara kami Donggi Senoro-LNG berada pada segmen usaha midstream, di mana kami mengelola gas alam dari Blok Senoro sebanyak 250 juta kaki kubik perhari dan Blok Matindok sebanyak 85 juta kaki kubik perhari, menjadi gas alam cair yang kemudian memasoknya kepada pembeli,” jelas Johar.
Sementara itu, terkait dengan komitmen pengelolaan lingkungan hidup, yang dipaparkan Environment Team Leader DSLNG, Samsudin menjelaskan, terkait standar pengelolaan lingkungan dan upaya mitigasi dampak operasi. Selama ini, sejumlah regulasi terkait pengelolaan lingungan hidup selalu dipatuhi perusahaan, dan hal ini dibuktikan dengan Proper Biru, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Setiap tahunnya kami mendapatkan Proper Biru, sebagai komitmen kami mematuhi aturan dan juga memiliki pengelolaan lingkungan yang baik. Namun kami tidak hanya akan berhenti di Proper Biru saja, tapi bagaimana kita terus mengembangkan pengelolaan lingkungan yang baik di sekitar kilang, baik udara, di tanah maupun laut yang tetap kami jaga kelestariannya,” terang Samsudin.
Selain pengelolaan lingkungan, yang tidak kalah penting dalam sebuah Obvitnas yakni sistem pengamanan. Corporate Security Manager, M Ali Wiryawan menyampaikan, bahwa perusahaan menempatkan prioritas tertinggi dalam mengamankan dan melindungi lingkungan kerja bagi pekerja, mitra kerja, dan semua pemangku kepentingan, termasuk properti Perusahaan untuk menjaga stabilitas operasional kilang dari segala bentuk ancaman keamanan.
“Untuk mencapai kondisi tersebut, DSLNG senantiasa memanfaatkan semua sumber daya dan membina kerja sama dengan semua pemangku kepentingan sebagai benteng utama untuk menciptakan kondisi yang aman dan kondusif,” sebut Ali.
Begitupun kata dia, jika ada jurnalis yang ingin meliput ke dalam Site, pihak perusahaan selalu terbuka. Asalkan dilakukan dengan cara-cara professional dan komunikasi yang baik, serta menaati protokol keamanan yang ada di site.
“Seperti penggunaan alat kerja, contohnya kamera itu harus kami lihat dahulu spesifikasinya, sebab, kamera juga dapat memicu terjadinya kebakaran mengingat area kita ini adalah kilang gas, sehingga perlu ketelitian dalam penggunaan perangkat kerja di sekitar kilang,” jelas Ali, yang membawakan materi dengan santai dan diselingi candaan.
Tidak hanya paparan, pihak DSLNG juga mengajak langsung jurnalis melihat dari dekat proses pengolahan air limbah dan Kantor Pelabuhan Khusus Donggi Senoro, serta klinik perusahaan dan penangkaran Maleo yang berada di samping Site DSLNG serta pusat informasi DSLNG. (agg)
Editor : Agung Sumandjaya