RADAR PALU – Musibah kebakaran menghanguskan satu unit rumah warga di Dusun Bolagan, Desa Moubang, Selasa malam (25/3/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.
Peristiwa yang terjadi secara tiba-tiba itu membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah.
Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap seluruh bagian rumah yang sebagian besar berbahan mudah terbakar. Dalam waktu singkat, api sudah tidak terkendali dan menghanguskan bangunan beserta seluruh isi di dalamnya.
Warga setempat sempat berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya seperti ember dan air dari sumber terdekat.
Namun, keterbatasan air serta cepatnya perambatan api membuat upaya tersebut tidak mampu menyelamatkan bangunan.
Seorang saksi mata, Munah (53), mengaku saat pertama kali melihat kejadian, api sudah dalam kondisi besar.
“Awalnya saya lihat api sudah tinggi dari bagian rumah, kami langsung berteriak panggil warga lain untuk bantu padamkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, kobaran api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah, diduga juga dipicu oleh kondisi angin pada malam itu.
“Cepat sekali membesarnya, tidak lama langsung habis. Kami hanya bisa bantu seadanya,” tambahnya dengan nada cemas.
Suasana malam yang semula tenang mendadak berubah menjadi mencekam. Cahaya api yang membumbung tinggi menerangi langit gelap, sementara asap hitam pekat menyelimuti area sekitar.
Teriakan warga bersahut-sahutan, sebagian berlarian membawa ember, dan sebagian lainnya hanya bisa menyaksikan dengan wajah cemas.
Sejumlah warga juga sempat berupaya menyelamatkan barang milik korban. Namun, kondisi api yang sudah terlalu besar membuat upaya tersebut tidak memungkinkan dilakukan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, pemilik rumah mengalami kerugian besar karena seluruh harta benda tidak sempat diselamatkan.
Hingga saat ini, pemilik rumah belum bersedia memberikan keterangan karena masih dalam kondisi berduka dan syok akibat musibah tersebut.
Pasca kejadian, warga masih terlihat berkumpul di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam. Sisa bangunan tampak rata dengan tanah, menyisakan puing-puing hangus dan material yang masih mengeluarkan asap tipis.
Sebagai bentuk kepedulian, warga sekitar turut memberikan bantuan awal kepada korban berupa pakaian dan makanan. Solidaritas masyarakat terlihat dari kebersamaan membantu keluarga yang terdampak musibah.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Warga berharap adanya penanganan dan penyelidikan dari pihak terkait, serta bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban korban.
Sementara itu, Komunitas Seni Parigi Moutong (KSPM) berencana membuka posko donasi bagi korban kebakaran. Bantuan yang dibutuhkan meliputi pakaian layak pakai, bahan pokok, serta perlengkapan tidur. (Cr5)
Editor : Muchsin Siradjudin