Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bupati Delis Ajak 4.132 Bapak GKST Jadi Juru Damai

I
Penulis: Ilham Nusi❯
WAKILI GUBERNUR: Bupati Morut Delis Julkarson Hehi membuka Pertemuan Akbar Bapak GKST sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Persekutuan Bapak GKST di Lapangan Wita Mori, Klasis Beteleme, Kecamatan Lembo, Rabu (4/11/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
WAKILI GUBERNUR: Bupati Morut Delis Julkarson Hehi membuka Pertemuan Akbar Bapak GKST sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Persekutuan Bapak GKST di Lapangan Wita Mori, Klasis Beteleme, Kecamatan Lembo, Rabu (4/11/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

Advertisement

RADAR PALU - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi mengajak kaum bapak Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) memperkuat ketahanan keluarga, menjadi teladan iman, dan tampil sebagai juru damai di tengah berbagai persoalan sosial serta ekonomi.

Pesan tersebut disampaikan Delis saat membuka Pertemuan Akbar Bapak GKST sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Persekutuan Bapak GKST di Lapangan Wita Mori, Klasis Beteleme, Kecamatan Lembo, Rabu (4/11/2026).

Delis hadir mewakili Gubernur Sulteng Anwar Hafid yang berhalangan hadir karena agenda lain. Kegiatan tersebut diikuti 4.132 peserta dari 27 klasis di wilayah pelayanan GKST.

Di hadapan ribuan peserta, Delis menegaskan bahwa kaum bapak memiliki tanggung jawab besar sebagai imam dan pemimpin keluarga. Peran tersebut harus diwujudkan melalui keteladanan, penguatan iman, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

"Marilah kita menjadi berkat, bukan menjadi beban bagi bangsa ini. Marilah kita menjadi juru damai dan menjadi solusi bagi bangsa ini, bukan menjadi sumber perpecahan," kata Delis.

Advertisement

Delis mengingatkan bahwa keluarga saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Persoalan rumah tangga juga bersinggungan dengan tekanan ekonomi global yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat.

Dia menyebut sejumlah persoalan, mulai dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), inflasi biaya transportasi, terbatasnya lapangan pekerjaan, hingga penurunan investasi yang berpengaruh terhadap pendapatan keluarga.

Menurut Delis, keluarga harus menghadapi berbagai tekanan tersebut dengan keteguhan iman, doa, ketaatan, dan penyerahan diri kepada Tuhan.

Dia meyakini keluarga yang menjadikan Tuhan sebagai dasar kehidupan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai pergumulan.

Selain ketahanan ekonomi dan spiritual, Delis juga mengingatkan pentingnya keteladanan orang tua dalam kehidupan bergereja.

Advertisement

Artikel Terkait

Prof. Eka Dorong Morut Jadi Pusat Layanan Kesehatan Sendiri

Prof. Eka Dorong Morut Jadi Pusat Layanan Kesehatan Sendiri

Prof. Eka dorong Morut memperkuat layanan kesehatan spesialistik dan menambah dokter spesialis agar pasien tak selalu dirujuk keluar daerah.

KONI Morut Pastikan 240 Atlet Siap Hadapi Porprov X Sulteng

KONI Morut Pastikan 240 Atlet Siap Hadapi Porprov X Sulteng

KONI Morut menyiapkan 240 atlet didampingi 61 ofisial menghadapi Porprov X Sulteng 2026 dengan dukungan dana hibah dalam dua tahap.

Morut Unggul di Sulteng, Raih Penghargaan Tertinggi JKN 2026

Morut Unggul di Sulteng, Raih Penghargaan Tertinggi JKN 2026

Morut meraih Satya JKN Awards 2026 dari BPJS Kesehatan dan menjadi satu-satunya daerah di Sulteng penerima penghargaan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer