Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Morut Unggul di Sulteng, Raih Penghargaan Tertinggi JKN 2026

I
Penulis: Ilham Nusi❯
AWARD: Bupati Morut Delis Julkarson Hehi bersama Bupati Lutim Irwan Bachri Syam serta perwakilan Pemkot Bali dan Pemkot Surabaya menerima Satya JKN Awards 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
AWARD: Bupati Morut Delis Julkarson Hehi bersama Bupati Lutim Irwan Bachri Syam serta perwakilan Pemkot Bali dan Pemkot Surabaya menerima Satya JKN Awards 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

Advertisement

RADAR PALU - Kabupaten Morowali Utara (Morut) menjadi satu-satunya daerah di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang meraih penghargaan Satya JKN Awards 2026 dari BPJS Kesehatan.

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Bupati Morut Delis Julkarson Hehi dalam acara Satya JKN Awards 2026 di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).

Capaian ini menambah prestasi Pemkab Morut di bidang jaminan kesehatan. Sebelumnya, Januari 2026, BPJS Kesehatan juga memberikan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) kategori utama kepada Pemkab Morut.

Dalam acara Satya JKN Awards 2026, BPJS Kesehatan menyerahkan penghargaan kepada delapan pemerintah daerah dan 80 badan usaha yang paling berkomitmen dalam mendukung kepatuhan dan keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Pada tingkat kabupaten, hanya dua daerah dari 416 kabupaten di Indonesia yang meraih penghargaan ini, yakni Morut dan Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel).

Advertisement

Sementara itu, pada tingkat kota, penghargaan diberikan kepada Denpasar dan Surabaya dari total 98 kota. 

Untuk tingkat provinsi, penerima penghargaan terdiri atas DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Tenggara (Sultra), dan Bali.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menyebut Program JKN sebagai solusi negara untuk membangun masyarakat yang sehat dan produktif.

Menurut Cak Imin, perlindungan kesehatan tidak hanya memberikan manfaat kepada pekerja dan keluarga, tetapi juga mendukung produktivitas serta perekonomian masyarakat.

"JKN adalah investasi produktivitas bangsa. Melalui proteksi yang diberikan oleh Program JKN, berobat kini tidak lagi harus mengeluarkan biaya mahal. Hal ini juga menjadi salah satu upaya mengurangi angka kemiskinan. Dengan demikian, Program JKN harus kita jaga bersama dengan memperkuat gotong royong yang melibatkan berbagai pihak," ujar Cak Imin.

Advertisement

Artikel Terkait

Warga Duyu Keluhkan BPJS Berubah dan Akses Air Bersih, Muhlis U. Aca Siapkan Tindak Lanjut

Warga Duyu Keluhkan BPJS Berubah dan Akses Air Bersih, Muhlis U. Aca Siapkan Tindak Lanjut

Reses Muhlis U. Aca di Duyu menyoroti persoalan BPJS berbasis desil dan kebutuhan air bersih yang menunggu tindak lanjut pemerintah daerah

Klaim JKN Rumah Sakit di Sulteng Jadi Perhatian, Ini yang Dibenahi

Klaim JKN Rumah Sakit di Sulteng Jadi Perhatian, Ini yang Dibenahi

Klaim JKN rumah sakit di Sulteng menjadi perhatian. Petugas coder dibekali panduan INA-CBG untuk meminimalkan kesalahan pengajuan klaim.

BPJS Soroti Kekurangan Dokter di Sulteng, Revisi Perda Kesehatan Didorong Perkuat Puskesmas

BPJS Soroti Kekurangan Dokter di Sulteng, Revisi Perda Kesehatan Didorong Perkuat Puskesmas

BPJS Kesehatan menyoroti kekurangan dokter di Sulteng dan mendorong penguatan puskesmas dalam revisi Perda Penyelenggaraan Kesehatan.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer