Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pemkab Morut Evaluasi Dampak Tambang Nikel bagi Warga

I
Penulis: Ilham Nusi❯
EVALUASI: Wabup Morut Djira Kendjo menghadiri FGD Penelitian Sosial Ekonomi Wilayah Lingkar Tambang di Ruang Tepotowoa, Kantor Bappelitbangda Morut, Senin (2/11/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)
EVALUASI: Wabup Morut Djira Kendjo menghadiri FGD Penelitian Sosial Ekonomi Wilayah Lingkar Tambang di Ruang Tepotowoa, Kantor Bappelitbangda Morut, Senin (2/11/2026). (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU)

Advertisement

RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut), Sulawesi Tengah, mengkaji dampak sosial ekonomi tambang nikel terhadap kesejahteraan masyarakat di empat kecamatan lingkar tambang. 

Penelitian ini juga mengevaluasi pelaksanaan delapan pilar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan tambang.

Wakil Bupati Morowali Utara Djira Kendjo membuka Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Sosial Ekonomi Wilayah Lingkar Tambang di Ruang Tepotowoa, Kantor Bappelitbangda Morut, Senin (2/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Djira membacakan sambutan Bupati Morut Delis Julkarson Hehi. Pemerintah daerah ingin memastikan investasi pertambangan memberikan manfaat nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Djira menjelaskan, penelitian tersebut membuka ruang diskusi bagi pemerintah, perusahaan, akademisi, dan masyarakat untuk menyampaikan pandangan serta masukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Advertisement

Pemerintah daerah juga mendorong perusahaan menyelaraskan program kontribusi sosial dengan kebijakan pembangunan daerah agar pelaksanaannya tepat sasaran.

"Seluruh kontribusi perusahaan diharapkan dapat selaras dengan program pemerintah daerah sehingga pelaksanaannya tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," demikian petikan sambutan Bupati yang dibacakan Djira.

Bidang Riset dan Inovasi Bappelitbangda Morut menyelenggarakan penelitian bertajuk Dampak Sosial-Ekonomi Tambang Nikel dan Evaluasi 8 Pilar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Penelitian tersebut mencakup empat kecamatan, yakni Petasia, Petasia Timur, Petasia Barat, dan Soyojaya.

Tim penelitian akan mengkaji berbagai aspek kehidupan masyarakat di wilayah lingkar tambang. Cakupannya meliputi tingkat kesejahteraan, kesempatan kerja, pendapatan, perkembangan usaha lokal, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan sosial.

Advertisement

Artikel Terkait

Wabup Djira Minta Lahan Pertanian Morut Tetap Produktif

Wabup Djira Minta Lahan Pertanian Morut Tetap Produktif

Wabup Djira meminta petani dan pemerintah menjaga lahan pertanian Morowali Utara serta mengevaluasi program cetak sawah di Desa Bunta.

Ungkea Wakili Morut, Tata Kelola Desa Diuji Tim Antikorupsi

Ungkea Wakili Morut, Tata Kelola Desa Diuji Tim Antikorupsi

Desa Ungkea mewakili Morowali Utara dalam penilaian Desa Percontohan Antikorupsi tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.

HUT Morut Padat, Wabup Tegaskan Pelayanan Tak Boleh Terganggu

HUT Morut Padat, Wabup Tegaskan Pelayanan Tak Boleh Terganggu

Djira Kendjo tegaskan agenda HUT ke-13 Morut tidak boleh mengganggu pelayanan publik. ASN diminta menjaga disiplin dan profesionalisme.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer