
RADAR PALU - Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut), Sulawesi Tengah, mengkaji dampak sosial ekonomi tambang nikel terhadap kesejahteraan masyarakat di empat kecamatan lingkar tambang.
Penelitian ini juga mengevaluasi pelaksanaan delapan pilar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) perusahaan tambang.
Wakil Bupati Morowali Utara Djira Kendjo membuka Focus Group Discussion (FGD) Penelitian Sosial Ekonomi Wilayah Lingkar Tambang di Ruang Tepotowoa, Kantor Bappelitbangda Morut, Senin (2/11/2026).
Baca Juga: Bantuan UMKM hingga Jalan Rusak Jadi Sorotan Warga Birobuli Utara
Dalam kegiatan tersebut, Djira membacakan sambutan Bupati Morut Delis Julkarson Hehi. Pemerintah daerah ingin memastikan investasi pertambangan memberikan manfaat nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Djira menjelaskan, penelitian tersebut membuka ruang diskusi bagi pemerintah, perusahaan, akademisi, dan masyarakat untuk menyampaikan pandangan serta masukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
Pemerintah daerah juga mendorong perusahaan menyelaraskan program kontribusi sosial dengan kebijakan pembangunan daerah agar pelaksanaannya tepat sasaran.
"Seluruh kontribusi perusahaan diharapkan dapat selaras dengan program pemerintah daerah sehingga pelaksanaannya tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," demikian petikan sambutan Bupati yang dibacakan Djira.
Bidang Riset dan Inovasi Bappelitbangda Morut menyelenggarakan penelitian bertajuk Dampak Sosial-Ekonomi Tambang Nikel dan Evaluasi 8 Pilar Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Penelitian tersebut mencakup empat kecamatan, yakni Petasia, Petasia Timur, Petasia Barat, dan Soyojaya.
Baca Juga: Panen Belum Tentu Untung, Bappeda Sulteng dan Hannah Asa Dorong Petani Milenial Parigi Cerdas Finans
Tim penelitian akan mengkaji berbagai aspek kehidupan masyarakat di wilayah lingkar tambang. Cakupannya meliputi tingkat kesejahteraan, kesempatan kerja, pendapatan, perkembangan usaha lokal, infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga persoalan sosial.



