
RADAR PALU – Pemerintah daerah tidak boleh berhenti pada ukuran bahwa sebuah program telah terlaksana. Bagi Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid, keberhasilan pembangunan harus terlihat dari perubahan yang dirasakan masyarakat.
Karena itu, evaluasi sembilan Program BERANI menjadi salah satu agenda utama dalam rapat koordinasi implementasi Asta Cita Presiden RI yang digelar di Reconnect Island Resort, Pulau Buka Buka, Kabupaten Tojo Una-Una, Jumat (11/9/2026).
Anwar meminta setiap program memiliki indikator yang jelas. Pelaksanaannya perlu dievaluasi untuk mengetahui capaian, menemukan hambatan, sekaligus menentukan langkah perbaikan.
Baca Juga: Soroti Dugaan Kebocoran PAD di Kawasan Industri, Safri Desak Gubernur Sulteng Evaluasi Seluruh Tenan
“Jangan sampai kita merasa berhasil hanya karena program sudah dilaksanakan. Ukuran keberhasilan kita adalah ketika masyarakat merasakan manfaatnya,” kata Anwar.
Pernyataan tersebut menjadi penekanan dalam evaluasi program prioritas Pemprov Sulteng. Penyerapan anggaran maupun terlaksananya kegiatan, menurut dia, tidak cukup menjadi ukuran akhir pembangunan.
Program Harus Menjawab Kebutuhan
Anwar juga mengingatkan agar program pemerintah provinsi dan kabupaten/kota tidak berjalan sendiri-sendiri.
Koordinasi diperlukan agar kebijakan yang dijalankan memiliki arah yang sama, tidak tumpang tindih, sekaligus mampu memperkuat intervensi pada sektor yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Dalam konteks tersebut, sembilan Program BERANI diselaraskan dengan agenda nasional melalui Asta Cita Presiden RI.



