Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Klaim JKN Rumah Sakit di Sulteng Jadi Perhatian, Ini yang Dibenahi

M
Penulis: Muhammad Awaludin❯
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido membuka kegiatan peningkatan kapasitas coder rumah sakit untuk memperkuat ketepatan pengelolaan klaim JKN di Sulteng. Foto: Biro Adpim Sulteng
Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido membuka kegiatan peningkatan kapasitas coder rumah sakit untuk memperkuat ketepatan pengelolaan klaim JKN di Sulteng. Foto: Biro Adpim Sulteng

Advertisement

 

RADAR PALU – Ketepatan data medis dan kelengkapan dokumen menjadi bagian penting dalam proses klaim pelayanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kesalahan dalam pengodean diagnosis maupun prosedur medis berpotensi memunculkan persoalan saat rumah sakit mengajukan klaim kepada BPJS Kesehatan.

Persoalan tersebut menjadi perhatian Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Coder Rumah Sakit se-Sulteng di Aula BPKAD Sulteng, Selasa (27/10).

Advertisement

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman petugas coder mengenai panduan penatalaksanaan permasalahan klaim berbasis Indonesia Case Based Groups (INA-CBG), sistem pembayaran pelayanan kesehatan yang digunakan dalam program JKN.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido menekankan pentingnya kemampuan petugas mengidentifikasi sumber kesalahan dalam proses pengajuan klaim. Dengan begitu, persoalan yang muncul dapat dievaluasi dan dicarikan solusinya.

Advertisement

“Dengarkan baik-baik agar nanti kita tahu di mana letak kesalahan dan kekurangan kita dalam penyelesaian klaim rumah sakit,” kata Reny saat membuka kegiatan tersebut.

Akurasi Data Jadi Kunci

Penyelesaian klaim JKN tidak hanya bergantung pada petugas coder. Ketepatan pengodean juga berkaitan dengan kelengkapan rekam medis, informasi dari tenaga medis, serta koordinasi dengan manajemen rumah sakit.

Karena itu, Reny meminta rumah sakit memperkuat koordinasi antarunit agar data yang digunakan dalam pengajuan klaim sesuai dengan pelayanan yang diberikan.

Pembenahan tersebut dinilai penting di tengah keterbatasan fiskal pemerintah daerah. Tata kelola klaim yang akuntabel dibutuhkan agar proses administrasi rumah sakit berjalan lebih tertib dan persoalan yang berulang dapat diminimalkan.

Advertisement

Artikel Terkait

BERANI SEHAT: Program Baik yang Sedang Diuji oleh Keberhasilannya Sendiri

BERANI SEHAT: Program Baik yang Sedang Diuji oleh Keberhasilannya Sendiri

BERANI SEHAT Sulteng perlu memperkuat tata kelola, pemerataan layanan, dan pembiayaan agar jaminan kesehatan warga berkelanjutan dan merata.

Reny Lamadjido: Nakes Kunci Sukses BERANI Sehat, 185 Ribu Warga Sudah Merasakan Manfaat

Reny Lamadjido: Nakes Kunci Sukses BERANI Sehat, 185 Ribu Warga Sudah Merasakan Manfaat

Reny Lamadjido menegaskan tenaga kesehatan menjadi ujung tombak Program BERANI Sehat yang telah dimanfaatkan 185 ribu warga.

Pembiayaan Berani Sehat Disorot, Bunda Wiwik Minta Pembagian Tanggung Jawab Daerah Diperjelas

Pembiayaan Berani Sehat Disorot, Bunda Wiwik Minta Pembagian Tanggung Jawab Daerah Diperjelas

Bunda Wiwik meminta pembagian tanggung jawab pembiayaan Berani Sehat antara Pemprov Sulteng dan pemerintah kabupaten/kota diperjelas.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer