RADAR PALU - Harapan adanya beasiswa disabilitas Sulteng khusus bagi pelajar penyandang disabilitas belum terealisasi. Dinas Pendidikan Sulawesi Tengah menyatakan hingga saat ini belum ada anggaran khusus untuk program beasiswa yang diperuntukkan secara khusus bagi siswa difabel.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Pendidikan memastikan bahwa beasiswa disabilitas Sulteng belum tersedia dalam bentuk program khusus.
Staf bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Disdik Sulteng, Faizah, mengatakan seluruh bantuan pendidikan yang ada saat ini masih bersifat umum dan terbuka bagi seluruh masyarakat.
"Enggak, Bu, semua beasiswa. Maksudnya kan PKPLK ini kan mewadahi semua tentang disabilitas. Tidak ada beasiswa yang kekhususan," ujar Faizah saat ditemui di kantornya, Senin (16/3/2026).
Menurut Faizah, pelajar disabilitas yang ingin mendapatkan bantuan pendidikan tetap dapat mengakses berbagai program beasiswa pemerintah. Namun mekanismenya disamakan dengan masyarakat umum.
Salah satu program yang bisa diakses adalah Beasiswa Berani Cerdas milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Program ini menggunakan sistem pendaftaran daring yang dapat diakses seluruh warga ber-KTP Sulawesi Tengah.
"Jadi, semua masyarakat umum itu semua bisa masuk di link. Nah, kalau kekhususannya itu, tidak ada itu, ya. Kalau untuk khusus disabilitas itu Berani Cerdas ada link-nya," jelasnya.
Faizah menjelaskan, peran bidang PKPLK lebih difokuskan pada pengembangan keterampilan bagi penyandang disabilitas.
Sementara untuk membantu siswa disabilitas yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bukan menjadi kewenangan langsung PKPLK.
"Dan itu (akses beasiswa) memang tidak ada perlakuan khusus, memang harus dilakukan seperti pada umumnya. Maksudnya tidak ada perlakuan khusus untuk penerimaan itu," tegasnya.
Selain program Berani Cerdas, siswa juga dapat memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).
Program ini menggunakan data dari Dapodik yang dikelola secara nasional. Penentuan penerima bantuan sepenuhnya ditentukan oleh operator sekolah dan kementerian terkait.
Faizah menambahkan, pihak PKPLK tidak memiliki kewenangan untuk menentukan penerima bantuan tersebut.
"Dan kita tidak ada anggaran untuk dana beasiswa," pungkasnya.
Ke depan, harapan terhadap hadirnya beasiswa disabilitas Sulteng masih menjadi aspirasi banyak pihak agar akses pendidikan bagi penyandang disabilitas semakin terbuka.***
Editor : Muhammad Awaludin